Vaksin Sebagai Upaya Mencegah Kanker Serviks

Vaksinasi adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya kanker serviks (kanker mulut rahim). Vaksin ini bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang dapat mencegah Human papilloma virus (HPV) sebagai virus yang menyebabkan kanker serviks. Karenanya, vaksin kanker serviks dikenal juga dengan vaksin HPV.

Kanker serviks dan Human Papilloma Virus (HPV)

stadium kanker serviks

Kanker Serviks | womeningovernment.org

Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel abnormal (kanker) pada daerah mulut rahim. Serviks atau mulut rahim (ada pula yang menyebutnya leher rahim) adalah daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya pada bagian bawah rahim, menonjol ke dalam liang senggama wanita (vagina). Kanker serviks umumnya disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18.

Human Papilloma Virus (HPV) adalah kelompok virus yang terdiri lebih dari 200 virus yang memiliki kesamaan. Mereka disebut papilloma virus karena jenis tertentu juga dapat menyebabkan kutil kelamin, atau papillomas. Lebih dari 40 tipe HPV dapat menyebar melalui kontak seksual, dari kulit atau membran mukosa penderita ke kulit dan membran mukosa pasangannya. HPV dapat menular dari hubungan seks melalui liang senggama (vagina), anus (anal seks atau sodomi), ataupun oral seks. Ada pula jenis HPV yang dapat menyebabkan kutil di tempat lain (bukan di kelamin) dan bukan ditularkan melalui hubungan seksual.

HPV yang ditularkan secara seksual dibagi menjadi 2 kategori

  1. HPV risiko rendah. Tipe ini tidak menyebabkan kanker tapi dapat menyebabkan kutil di kulit (Condylomata Acuminata) daerah kelamin (disebut juga penyakit Jengger Ayam), anus, mulut, atau tenggorokan. Sebagai contoh, HPV tipe 6 dan 10 menyebabkan 90% kutil kelamin.
  2. HPV risiko tinggi. Tipe inilah yaang dapat menyebabkan kanker. Belasan tipe HPV risiko tinggi telah teridentifikasi. Dua diantaranya, HPV tipe 16 dan 18 adalah penyebab kanker.

Infeksi dari virus HPV adalah penyakit menular seksual (PMS) paling umum di Amerika Serikat. Sekitar 14 juta kasus infeksi kelamin HPV baru terjadi setiap tahunnya. Sebagian besar infeksi dari HPV risiko tinggi tidak menimbulkan gejala apa-apa dan hilang dalam 1-2 tahun. Infeksi ini tidak menyebabkan kanker. Namun, ada pula infeksi HPV yang menetap sampai beberapa tahun. Infeksi menetap dari HPV risiko tinggi dapat menyebabkan sel mengalami perubahan, dan jika tidak diatasi akan berkembang menjadi kanker.

 

Sebagian besar infeksi HPV risiko tinggi tidak menimbulkan gejala apa-apa dan hilang dalam 1-2 tahun. Namun, ada pula yang menetap sampai beberapa tahun dan berkembang menjadi kanker.

Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksinasi

infeksi HPV kanker serviks

Salah Satu Contoh Infeksi HPV | jeffreysterlingmd.com

Menghentikan atau menghindari penyebaran virus HPV adalah cara pencegahan kanker serviks. Salah satu cara melindungi diri dari infeksi HPV adalah dengan melakukan vaksinasi.

Vaksin HPV dapat mencegah infeksi dari beberapa tipe HPV yang berhubungan dengan kanker serviks, kutil kelamin, dan kanker lainnya. WHO merekomendasikan wanita muda melakukan vaksin HPV. Vaksinasi ini juga efektif diberikan kepada laki-laki untuk melindungi pasangan mereka dari infeksi HPV. Selain itu juga bermanfaat untuk melindungi mereka sendiri dari penyakit menular seksual (PMS) dan kanker lain yang mungkin disebabkan oleh HPV.

Saat ini Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui dua jenis vaksin untuk mencegah infeksi HPV yaitu Gardasil dan Cervarix. Kedua vaksin ini sangat efektif dalam mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menyebabkan sekitar 70% kanker serviks, 80% kanker anal, 60% kanker vagina, dan 40% kanker vulva. Gardasil juga mencegah infeksi HPV tipe 6 dan 11, yang menyebabkan 90 persen penyakit kutil kelamin.

 

Gardasil dan Cervarix, Vaksin HPV

vaksin kanker serviks

Vaksin HPV | yournewswire.com

 

Vaksin HPV Gardasil

Vaksin Gardasil yaitu vaksin yang diproduksi oleh Merck & Co. Inc. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi terhadap empat jenis tipe HPV yaitu 6, 11, 16, dan 18. Gardasil diberikan melalui rangkaian tiga suntikan ke dalam jaringan otot selama 6 bulan.

Pada anak perempuan dan wanita muda berumur 9-26 tahun, Gardasil membantu melindungi dari 2 tipe HPV yang menyebabkan 70% kasus kanker serviks, 70% kanker vagina, dan hampir 50% kanker vulva. Pada wanita dan pria berusia 9-26 tahun, membantu melindungi dari 80% kasus kanker anal dan 90% kutil pada kemaluan.

Pada Desember 2014, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menerima registrasi vaksin Gardasil 9 untuk perlindungan perempuan berusia 9-26 tahun dan laki-laki berusia 9-15 tahun dari 9 tipe HPV. Gardasil 9 memberi perlindungan dari 4 tipe HPV dari Gardasil generasi pertama (HPV-6, HPV-11, HPV-16, and HPV-18) dan ditambah 5 tipe HPV lainnya yang menyebabkan 20% kanker serviks (HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV-52, and HPV-58).

Vaksin HPV Cervarix

Vaksin Cervarix adalah vaksin yang diproduksi oleh Glaxosmithkline (GSK). Sering juga disebut bivalen vaksin karena target vaksin hanya dua jenis HPV yaitu tipe 16 dan 18. Vaksin ini juga diberikan dalam tiga dosis selama 6 bulan. Cervarix diberikan pada perempuan usia 9 – 25 tahun.

 

Cara Kerja Vaksin HPV

vaksin kanker serviks

Vaksin Merangsang Pembentukan Antibodi Terhadap HPV | dreamstime.com

Vaksin HPV bekerja seperti imunisasi lain dalam melawan infeksi virus. Vaksin HPV menstimulasi tubuh untuk memproduksi antibodi. Antibodi ini akan bekerja jika di masa yang akan datang HPV masuk ke dalam tubuh, antibodi tsb akan berikatan dengan virus dan mencegahnya menginfeksi sel.

Vaksin yang ada sekarang dibuat berdasarkan partikel yang mirip dengan virus (virus-like particles atau VLP) yang dibentuk dari komponen permukaan HPV. VLP tidak dapat menularkan atau menyebabkan penyakit seperti halnya HPV karena tidak memiliki DNA virus. Namun mereka seperti virus yang asli dan antibodi yang melawan VLP juga bekerja melawan virus yang sebenarnya.

Meskipun vaksin HPV dapat membantu mencegah infeksi HPV masa depan, vaksin ini tidak bisa membantu menghilangkan infeksi HPV yang ada. Artinya vaksin hanya berfungsi untuk mencegah terjadinya kanker serviks bukan untuk mengobati.

 

vaksin hanya berfungsi untuk mencegah terjadinya kanker serviks bukan untuk mengobati

Efektivitas Vaksin Dalam Melindungi Diri Dari Kanker Serviks

Vaksin HPV sangat efektif dalam mencegah infeksi dari virus yang ditargetkan ketika diberikan sebelum tubuh terpapar oleh virus tsb. Secara tidak langsung, vaksin HPV akan efektif jika diberikan kepada seseorang sebelum dia aktif secara seksual (melakukan hubungan seksual). Pada percobaan awal yang menyebabkan vaksin ini mendapatkan izin, kedua vaksin (Gardasil dan Cervarix) didapatkan hampir 100% berhasil melindungi dari infeksi serviks yang menetap dari HPV tipe 16 dan 18 dan perubahan sel serviks yang dapat disebabkan oleh infeksi ini.

Hingga saat ini perlindungan/proteksi vaksin terhadap tipe HPV yang ditargetkan dapat berlangsung hingga minimal 8 tahun dengan Gardasil dan minimal 9 tahun dengan Cervarix. Durasi proteksi Gardasil 9 belum diketahui. Waktu maksimum perlindungan vaksin ini belum diketahui dan masih terus diteliti, karena vaksin HPV dikeluarkan pada bulan juni 2006.

Vaksin HPV dirancang untuk diberikan dengan 3 dosis dalam waktu 6 bulan. Namun ada sebuah studi menemukan bahwa perempuan yang mendapatkan hanya 2 dosis Cervarix memiliki proteksi dari HPV tipe 16 dan 18 sama besarnya dengan perempuan yang mendapatkan 3 dosis. Proteksi ini diteliti selama 4 tahun. Bahkan satu dosispun memberikan manfaat proteksi terhadap infeksi HPV. Studi lain menemukan anak remaja yang mendapatkan 2 dosis Cervarix atau Gardasil memiliki imunitas yang sama kuatnya dengan orang yang berumur 15-25 tahun yang mendapatkan 3 dosis vaksin. Berdasarkan bukti itu, WHO merekomendasikan 2 dosis sebagai standar pemberian vaksin HPV.

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut apakah dosis kurang dari 3 dapat memberikan durasi proteksi yang cukup.

 

Cara Pemberian Vaksin

Pemberian Vaksin kanker serviks

Pemberian Vaksin | ahchealthenws.com

Gardasil dan Cervarix dirancang untuk diberikan melalui penyuntikan ke jaringan otot. Lokasi yang disarankan adalah otot deltoit (otot di bagian lengan atas). Dosisnya diberikan dalam tiga kali pemberian selama 6 bulan yaitu bulan 0 (dosis pertama/pemberian awal), bulan 1 (sebulan dari pertama) dan yang terakhir bulan ke 6 dari pemberian pertama kali.

 

Apakah Vaksinasi HPV Penting?

Vaksinasi terbukti bisa mengurangi resiko kanker mulut rahim karena itu vaksinasi atau imunisasi memiliki potensi untuk mengurangi angka kematian akibat kanker serviks sebanyak dua – pertiga wanita. Selain itu vaksin juga dapat mengurangi kebutuhan jasa medis, biopsi, dan prosedur invasif yang berhubungan dalam menindaklanjuti hasil skreening serviks yang abnormal. Sehingga hal ini membantu dalam mengurangi biaya kesehatan dan kecemasan yang ditimbulkan dalam menjalani prosedur tindak lanjut tersebut.

 

Vaksinasi terbukti bisa mengurangi resiko kanker mulut rahim

Efek Samping Pemberian Vaksin HPV dan Informasi Keamanan Obat

Efek samping yang mungkin timbul adalah nyeri, bengkak, gatal, memar, kemerahan pada lokasi penyuntikan, sakit kepala, demam, mual, muntah, dan pingsan. Pingsan mungkin terjadi setelah penyutikan Gardasil dan Cervarix. Namun hal ini tidak memerlukan penanganan yang serius. Hanya saja akibat pingsan dikhawatirkan pasien terjatuh sehingga menyebabkan cedera lebih serius, seperti cedera kepala. Untuk itu direkomendasikan kepada penerima vaksin untuk tetap berada dalam keadaan duduk atau berbaring selama 15 menit setelah vaksinasi.

Orang yang memiliki alergi terhadap kandungan Gardasil dan Cervarix, termasuk alergi berat terhadap ragi, sebaiknya tidak melakukan vaksin Gardasil. Gardasil dan Cervarix juga tidak diberikan untuk wanita hamil.

 

Vaksin Kanker Serviks Diberikan Untuk Anak-Anak Maupun Orang Dewasa

Vaksin kanker serviks direkomendasikan untuk anak perempuan dan anak laki-laki usia 11 sampai 12, meskipun dapat diberikan sejak usia 9. Sangat penting bagi anak perempuan dan anak laki-laki untuk menerima vaksin sebelum mereka melakukan aktivitas seksual dan terpapar infeksi HPV. Manfaat vaksin lebih baik jika diberikan pada orang yang lebih muda daripada usia tua.

Meskipun sudah aktif secara seksual, vaksin masih dapat diberikan jika orang tersebut belum terpapar virus HPV. Bahkan jika seseorang sudah memiliki HPV, orang tersbut masih bisa mendapatkan keuntungan dari vaksin. Namun, Gardasil dan Cervarix tidak mengobati infeksi HPV dan hanya melindungi dari tipe HPV lainnya yang belum menginfeksi orang tersebut.

 

Meskipun Sudah Vaksin, Tetap Perlu Melakukan Pemeriksaan PAP SMEAR

Vaksin kanker serviks hanya melindungi dari beberapa tipe HPV risiko tinggi, sehingga para ahli masih merekomendasikan wanita untuk tetap melakukan pemeriksaan PAP SMEAR bahkan setelah vaksinasi. Skrining rutin untuk kanker serviks melalui pemeriksaan PAP Smear tetap merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan preventif wanita dan dalam deteksi dini kanker serviks.

 

Biaya dan Tempat Vaksin Kanker Serviks

Secara teknis pemberian vaksin di rumah sakit atau klinik sebenarnya sama saja. Yang membedakan adalah biaya jasa dokter atau petugas kesehatan yang memberikan. Vaksin yang digunakan pun sama, hanya terdapat 2 pilihan yakni gradasil dan cervarix. Yang perlu diperhatikan jika Anda ingin vaksin kanker serviks adalah pilih tempat atau fasilitas kesehatan yang memiliki tempat penyimpanan vaksin yang baik. Vaksin akan rusak jika suhunya tidak stabil di antara 2-8 derajat celcius. Sehingga pilihlah fasilitas yang memiliki sarana penyimpanan dan alat untuk membawa vaksin yang terstandar dan termonitor.

Biaya vaksin beragam tergantung tempat yang menyediakan. Umumnya sekali suntik berkisar 700-900 ribu rupiah untuk sekali suntik. Ada fasilitas kesehatan yang menyediakan jasa vaksinasi massal dan ditambah paket jasa lain seperti seminar pendidikan kesehatan dan skrining tes kanker serviks (pemeriksaan pap smear atau iva).

 

Cara Pencegahan Kanker Serviks Lainnya Selain Dengan Vaksin

Infeksi HPV menyebar melalui kontak seksual sehingga salah satu cara menghentikan atau menghindari penyebarannya adalah dengan melakukan hubungan seksual yang sehat. Caranya antara lain dengan tidak berganti-ganti pasangan dan tidak melakukan hubungan seksual di usia yang sangat muda. Setialah pada pasangan Anda, karena lelaki yang mendapatkan infeksi HPV dari perempuan lain yang menderita, dapat menularkan virus tsb pada istrinya. Sehingga istrinya menjadi kelompok yang berisiko terkena kanker serviks di kemudian hari.

Pencegahan lainnya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Jangan merokok karena merokok menggandakan risiko kanker serviks. Selain itu, hindarilah alkohol. Lakukan skrining rutin kanker serviks dengan pemeriksaan pap smear atau IVA. Makan makanan sehat dan bergizi seimbang, jangan melakukan diet ketat sehingga kurang konsumsi vitamin A, C, dan E. Kekurangan vitamin tersebut bisa menurunkan tingkat kekebalan tubuh dan berakibat mudah terinfeksi virus HPV.

Baca juga cara mencegah kanker lainnya

 

Sumber bacaan:

“HPV vaccines” dari http://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet

gardasil[dot]com

CERVARIX dari https://www.gsksource.com/pharma/content/dam/GlaxoSmithKline/US/en/Prescribing_Information/Cervarix/pdf/CERVARIX-PI-PIL.PDF

%d bloggers like this: