Wah, Ternyata Banyak Penyebab Kanker Di Sekitar Kita

Kanker adalah salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian bagi manusia dan jumlahnya terus bertambah tiap tahunnya. Jumlah kematian akibat kanker lebih tinggi dari jumlah kematian akibat TBC, AIDS, dan malaria. Kebanyakan penyakit kanker diketahui setelah stadium lanjut sehingga pengobatan pun kurang efektif lagi. Padahal pada dasarnya kanker dapat dicegah karena risiko terkena kanker pada seseorang dipercaya dipengaruhi oleh gaya hidupnya. Salah satu kunci dalam mencegah kanker adalah dengan mengenali apa saja penyebab kanker sehingga kita bisa menghindarinya.

Segala sesuatu yang menjadi penyebab kanker disebut karsinogen. Karsinogen menimbulkan perubahan pada DNA yang satuan terkecilnya adalah gen sehingga karsinogen sering disebut mutagenik. Umumnya dibutuhkan lebih dari satu karsinogen untuk dapat membuat perubahan sel normal menjadi sel kanker (transformasi sel). Dari berbagai penelitian diketahui bahwa proses terbentuknya sel-sel kanker terjadi dalam beberapa tahap dan membutuhkan waktu yang lama. Terdapat masa laten (tidak menunjukkan tanda dan gejala pada penderita) sebelum akhirnya menjadi progresif. Pada masa progresif, terjadi invasi sel kanker ke jaringan sekitarnya dan penyebaran ke tempat yang jauh (metastasis).

Dari berbagai penelitian diketahui bahwa penyebab kanker (karsinogen) dapat dibagi menjadi 4 golongan:

  1. Bahan kimia
  2. Virus
  3. Radiasi (ion dan non-ionasi)
  4. Agen biologik

 

Karsinogen Kimia

kimia penyebab kanker

Zat Kimia Tertentu Dapat Menyebabkan Kanker | library.howard.edu

Kebanyakan karsinogen kimia ialah pro-karsinogen, yaitu karsinogen yang memerlukan perubahan metabolis agar menjadi karsinogen aktif (ultimate carcinogen). Beberapa karsinogen kimia dapat bekerja bersama-sama atau bekerja dengan jenis karsinogen lain seperti virus atau radiasi untuk dapat mempengaruhi terbentuknya sel kanker.

Beberapa contoh karsinogen kimia:

  1. Hidrokarbon Polisiklik Aromatik (HPA)

Hidrokarbon Polisiklik Aromatik (HPA) mengandung gugus benzo-a-pyrene, yang merupakan hasil antara pada proses pembakaran yang tidak sempurna. Terdapat pada asap rokok sehingga orang yang merokok (perokok aktif) atau orang yang sering mengisap asap rokok meskipun tidak merokok (perokok pasif) dapat terkena kanker paru. Tembakau juga mengandung HPA, sehingga orang yang mempunyai kebiasaan mengunyah tembakau dapat terkena kanker mulut.

HPA juga dapat dihasilkan dari lemak binatang dalam proses pemanggangan daging dan juga terdapat pada pengasapan daging dan ikan.

  1. Amin aromatik dan pewarna azo (Amino Azo Dyes)

Zat pewarna amin adalah pro-karsinogen, masuk ke dalam tubuh melalui kulit, paru, atau saluran cerna. Banyak digunakan sebagai pewarna di industri tekstil.

  1. Nitrosamin

Nitrosamin terbentuk di dalam saluran cerna dari gugus nitrat dan nitrit yang sering dipakai sebagai bahan aditif (bahan pengawet dan pewarna) pada makanan. Nitrosamin dapat menimbulkan kanker pada saluran cerna atau hati.

  1. Senyawa Halogenated

Dioxin pada plastik yang dipanaskan, PVC, dan pemutih kertas atau pembalut wanita dapat menyebabkan kanker ginjal, paru dan hati.

  1. Styrene

Styrene biasa terkandung dalam gelas plastik. Styrene adalah salah satu jenis bahan kimia yang harus digunakan seminimal mungkin karena bersifat karsinogen. Namun dewasa ini penggunaan styrene sudah semakin merajalela mulai dari fiberglas, onderdil otomotif, pipa plastik dan juga wadah minuman sekali pakai. Orang yang terkena styrene dalan jumlah besar akan berisiko terkena serangan kanker leukemia dan limfoma. Styrene juga bisa menyebabkan kanker pankreas dan esofagus.

  1. Unsur logam

Unsur logam antara lain nikel dan plumbum dapat menimbulkan kanker pada orang yang sering terpapar bahan tersebut. Misalnya orang yang pekerjaannya berhubungan dengan unsur logam nikel dan plumbum.

Rokok merupakan contoh karsinogen yang paling banyak mengandung zat kimia penyebab kanker, yaitu lebih dari 4000 bahan kimia berbahaya seperti nikotin, ammonia, methanol, karbonmonoksida, arsenic, asam asetat, butan, cadmium, asam stearat, toluene dan heksamin.

 

KARSINOGEN VIRUS

penyebab kanker serviks

HPV Penyebab Kanker Serviks | livesciencedotcom

Virus yang bersifat karsinogen disebut virus onkogenik.

  1. Human papiloma virus (HPV)

HPV tipe 1, 2, 4, dan 7 sering menyebabkan papiloma skuamosa.

HPV tipe 16, 18, dan 31 menyebabkan terjadinya kanker serviks.

  1. Epstein-barr virus (EBV)

Golongan virus herpes ini dihubungkan dengan terjadinya karsinoma (kanker) nasofaring, limfoma burkitt, dan beberapa tipe penyakit Hodgkin.

  1. Virus Hepatitis (HBV dan HCV)

Pada daerah endemik hepatitis B terdapat angka kejadian yang tinggi kanker hati.

  1. Cytomegalovirus (CMV)

CMV juga virus herpes yang dihubungkan dengan Sarkoma Kaposi pada penderita AIDS.

 

KARSINOGEN RADIASI

radiasi penyebab kanker

Radiasi Dapat Menyebabkan Kanker | freeimages.com

Radiasi terdiri dari Radiasi pengion dan radiasi non – Pengion.

Radiasi non-pengion contohnya adalah UV (ultra violet) yang berasal dari sinar matahari. Radiasi UV dengan panjang gelombang 280-320 nm berkaitan dengan kejadian kanker kulit terutama pada orang ras kulit putih yang sering mendapat sinar matahari berlebihan.

Radiasi Pengion berasal dari alat-alat radiasi baik digunakan untuk diagnostik, pengobatan, maupun yang dipergunakan di kalangan industri. Misalnya penggunaan radiodiagnostik pada rontgen dan CT scan atau radioterapeutik yaitu radiasi untuk terapi penyakit kanker. Radiasi ini dapat menimbulkan neoplasma, sehingga sangat diperlukan perlindungan bagi orang-orang yang bekerja menggunakan radiasi pengion.

 

AGEN BIOLOGIK

penyebab kanker

Aspergillus Flavus Penyebab Kanker Hati | bioweb.uwlax.edu

 1. Hormon

Beberapa jenis hormon terbukti bekerja sebagai faktor pembantu pada proses terjadinya kanker (karsinogenesis). Hormon bukanlah sebagai penyebab langsung terjadinya kanker, namun dengan keberadaan hormon tersebut seseorang memiliki peningkatan risiko terhadap kanker. Sebagai contoh estrogen membantu pembentukan kanker endometrium dan payudara. Estrogen merupakan faktor risiko pada kanker payudara, tapi bukan penyebab kanker, sebab estrogen merangsang pembelahan sel yang telah mengalami perubahan ke arah keganasan. Contoh hormon lainnya adalah hormon steroid yang merangsang pembentukan kanker hati.

  1. Mitotoksin

Mitotoksin adalah toksin yang dibuat oleh jamur. Aspergilus flavus ialah jamur yang terdapat pada kacang-kacangan yang kurang baik pengolahan dan penyimpanannya, membuat aflatoksin terutama aflatoksin B1. Aflatoksin B1 bersifat karsinogenik kuat dan berperan dalam perkembangan penyakit kanker hati. Jamur Aspergillus Flavus yang mengandung Aflatoxin terbentuk pada bahan makanan yang disimpan berbulan-bulan dalam udara panas yang lembab. Suhu panas di Indonesia dan kelembaban yang tinggi mengakibatkan Aflatoxin mudah terbentuk. Aflatoxin tidak dapat hilang pada pemasakan biasa (suhu 150-200 derajat celcius). Walaupun telah dimasak, makanan yang tercemar Aflatoxin masih tetap berbahaya dan belum terbebas dari faktor penyebab kanker hati.

[baca lebih lengkap tentang kanker hati]

  1. Parasit

Parasit yang dihubungkan dengan kanker adalah Schistosoma dan Clonorchis Sinensis. Infeksi schistosoma dihubungkan dengan terjadinya kanker kandung kemih dan infeksi clonorchis sinensis dihubungkan dengan terjadinya kanker di kandung empedu.

 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA KEJADIAN KANKER

 

Penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena merupakan gabungan dari sekumpulan faktor. Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan angka kejadian kanker atau mempercepat terbentuknya kanker. Hal ini sering disebut juga sebagai faktor risiko kanker. Faktor-faktor tersebut antara lain; jenis kelamin, umur, ras, lingkungan (jenis pekerjaan, kebiasaan sosial), geografik, herediter atau keturunan, dan penyakit pre-neoplastik.

 

Faktor Jenis Kelamin

Ada kanker tertentu yang hanya menimpa jenis kelamin tertentu misalnya kanker yang terkait dengan organ reproduksi. Kanker serviks dan endometrium hanya menyerang kaum perempuan sementara kanker prostat hanya menyerang kaum laki-laki. Ada pula kanker yang angka kejadiannya pada jenis kelamin tertentu lebih banyak, misal kanker hati yang lebih banyak terjadi pada laki-laki.

Faktor Umur

Karena proses terjadinya kanker melalui proses yang cukup lama, biasanya kanker ditemukan pada usia lanjut.

Faktor Ras

Pada kanker tertentu ras merupakan faktor risiko, misalnya kanker kulit lebih banyak muncul pada ras kulit putih atau Caucasian.

Faktor Keturunan

Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi menderita kanker tertentu dibandingkan keluarga lainnya. Seseorang dengan keluarga yang memiliki riwayat kanker memiliki risiko lebih tinggi dari orang yang tidak ada anggota keluarganya yang terkena kanker.

Faktor Lingkungan (kebiasaan dan jenis pekerjaan)

Merokok meningkatkan resiko terjadinya kanker paru-paru, mulut, laring (pita suara), dan kandung kemih. Faktor lingkungan lainnya, yaitu Sinar Ultraviolet matahari serta radiasi ionisasi. Pekerjaan yang berhubungan dengan radiasi ion seperti operator di unit radiologi rumah sakit adalah pekerjaan yang berisiko kanker.

Kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu juga dapat menjadi faktor risiko penting lain penyebab kanker, terutama kanker pada saluran pencernaan. Hindari memasak daging dengan suhu yang tingggi karena dapat menghasilkan senyawa Heterocyclic amines (HCA) yang dapat menyebabkan kanker. Risiko terjadinya kanker lambung akan meningkat jika mengkonsumsi daging yang dimasak dengan suhu tinggi (digoreng).

Makanan yang tinggi lemak dan rendah serat dapat meningkatkan insiden terjadinya kanker payudara, usus besar, dan prostate. Mengonsumsi makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) pun dapat menyebabkan risiko terjadinya kanker lambung. Minuman yang beralkohol menyebabkan tingginya risiko terjadinya kanker kerongkongan.

Beberapa tanaman mengandung toksin atau senyawa yang menyebabkan kanker seperti alfatoksin B1 (AFB1) pada kacang, jagung yang telah busuk dapat menyebabkan kanker hati. Senyawa hydrazine dan agaritin pada jamur kancing yang kurang matang dimasak dapat menyebabkan kanker tulang, lambung, hati dan paru. Senyawa Glukosida pada tanaman Paku (Pterigium sp, Bracken fern) dapat menyebabkan kanker kandung kemih, lambung, dan payudara

[Baca juga Aneka Jenis Makanan Penyebab Kanker]

Penyakit Pre-Neoplastik

Ada penyakit tertentu yang dapat memicu terjadinya kanker di kemudian hari. Penyakit ini bisa disebabkan oleh virus atau parasit yang dipercaya dapat menyebabkan kanker. Misalnya penyakit hepatitis memicu kanker hati, penyakit AIDS dapat menyebabkan limfoma dan kanker darah lain, atau parasit Schistosoma (bilharzia) dapat menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih.

Faktor Perilaku

Perilaku-perilaku yang dapat memicu kanker antara lain merokok, sering minum  minuman beralkohol, dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan. Selain itu ada pula perilaku seksual yaitu melakukan hubungan intim di usia dini dan sering ganti pasangan. Perilaku seksual berbahaya ini memicu kanker pada organ reproduksi. Menggunakan jarum suntik bergantian seperti pada pengguna narkotika juga merupakan perilaku berisiko.

Faktor Kejiwaan

Stres berat dapat menyebabkan ganggguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker.

 

Peristiwa onkogenesis (pembentukan sel kanker) dikaitkan dengan terjadinya mutasi genetik. Terjadinya penyimpangan fungsi dalam sel normal sehingga mengakibatkan sel tumbuh berlebihan dan tidak terkendali. Proses ini bertahap dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Menghilangkan faktor penyebab dan menghindarkan diri dari faktor penyebab kanker merupakan usaha pencegahan utama penyakit kanker. Usaha ini juga diharapkan dapat menurunkan angka kejadian penyakit kanker.

[Baca juga Cara Mencegah Kanker]

Kita dapat mencegah kanker dengan menjauhi penyebab-penyebab kanker sejauh yang kita bisa. Juga dengan menghindari faktor risiko kanker yang masih dapat dimodifikasi seperti faktor kebiasaan dan perilaku. Semoga bermanfaat.

 

 

Bahan Bacaan:

Buku Ajar Patologi Umum. Sagung Seto

%d bloggers like this: