Inilah Dia Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak diderita kaum perempuan. Di negera berkembang seperti indonesia, kaum wanita belum banyak yang mendapatkan vaksinasi kanker serviks dan jarang yang melakukan deteksi dini seperti pap smear dan iva. Karenanya, kanker serviks biasanya ditemukan pada stadium lanjut dan sudah sulit untuk disembuhkan. Padahal tidak seperi kanker lainnya, penyebab kanker serviks sudah diketahui sehingga lebih mudah untuk dicegah.

Lebih dari 95% penyebab kanker serviks adalah human papilloma virus (HPV) onkogenik yang menyerang mulut rahim. Human Papilloma Virus (HPV) adalah kelompok virus yang terdiri lebih dari 200 virus yang memiliki kesamaan. Mereka disebut papilloma virus karena jenis tertentu juga dapat menyebabkan kutil kelamin, atau papillomas. Lebih dari 40 tipe HPV dapat menyebar melalui kontak seksual, dari kulit atau membran mukosa penderita ke kulit dan membran mukosa pasangannya.

Selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada mulut rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

penyebab kanker serviks

HPV Penyebab Kanker Serviks | livesciencedotcom

HPV yang ditularkan secara seksual dibagi menjadi 2 kategori

  1. HPV risiko rendah. Tipe ini tidak menyebabkan kanker tapi dapat menyebabkan kutil di kulit (Condylomata Acuminata) daerah kelamin (disebut juga penyakit Jengger Ayam), anus, mulut, atau tenggorokan. Sebagai contoh, HPV tipe 6 dan 10 menyebabkan 90% kutil kelamin.
  2. HPV risiko tinggi. Tipe inilah yang dapat menyebabkan kanker. Belasan tipe HPV risiko tinggi telah teridentifikasi. Dua diantaranya, HPV tipe 16 dan 18 adalah penyebab kanker serviks. Infeksi HPV tipe ini tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi.

Sebagian besar infeksi dari HPV risiko tinggi tidak menimbulkan gejala apa-apa dan hilang dalam 1-2 tahun. Infeksi ini tidak menyebabkan kanker. Namun, ada pula infeksi HPV yang menetap sampai beberapa tahun. Infeksi menetap dari HPV risiko tinggi dapat menyebabkan sel mengalami perubahan, dan jika tidak diatasi akan berkembang menjadi kanker.

HPV tipe 16 dan 18 tidak hanya menjadi penyebab kanker serviks tapi juga kanker kelamin lainnya. Kedua tipe HPV ini menyebabkan 80% kanker anal, 60% kanker vagina, dan 40% kanker vulva. selain tipe 16 dan 18, telah ditemukan tipe HPV lain yang juga menjadi penyebab kanker serviks. HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV-52, and HPV-58 diketahui menjadi penyebab 20% kanker serviks.

 

Penularan Virus Penyebab Kanker Serviks

virus-HPV-penyebab-kanker-serviks

Virus HPV Ditularkan Oleh Pasangan

HPV adalah virus yang sangat umum dan dengan mudah menular melalui aktivitas seksual, terutama jika berganti-ganti pasangan. Penderita tertular HPV dari pasangannya yang sudah terinfeksi HPV sebelumnya.

Banyak orang dewasa yang pernah terinfeksi virus ini selama hidupnya. Dalam beberapa kasus, infeksi virus tidak menyebabkan bahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya karena sistem pertahanan tubuh akan melawannya secara alami. Namun beberapa virus dapat menyebabkan kutil kemaluan (condyloma acuminata atau disebut juga penyakit jengger ayam). Beberapa infeksi HPV dapat menetap selama bertahun-tahun dan berkembang menjadi kanker serviks.

Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital (kemaluan) ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak sepenuhnya efektif mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan dan mukosa, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit. HPV dapat menular dari hubungan seks melalui liang senggama (vagina), anus (anal seks atau sodomi), ataupun oral seks. Ada pula jenis HPV yang dapat menyebabkan kutil di tempat lain (bukan di kelamin) dan bukan ditularkan melalui hubungan seksual.

 

Pencegahan Penyebaran HPV

Virus penyebab kanker serviks ini dapat dicegah penyebarannya dengan imunisasi. Saat ini Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui dua jenis vaksin untuk mencegah infeksi HPV yaitu Gardasil dan Cervarix. Kedua vaksin ini sangat efektif dalam mencegah infeksi HPV risiko tinggi. Cervarix mencegah infeksi 2 tipe HPV, tipe 16 dan 18. Gardasil generasi pertama mencegah 4 tipe HPV (HPV-6, HPV-11, HPV-16, and HPV-18). Sementara Gardasil 9 adalah pembaruan dari Gardasil generasi pertama memberi perlindungan dari 4 tipe HPV dan ditambah 5 tipe HPV lainnya (HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV-52, and HPV-58).

Virus ini tidak hanya ada pada wanita tapi juga laki-laki. Seorang wanita bisa tertular virus HPV dari pria pasangannya. Karenanya, vaksin HPV juga disarankan untuk laki-laki, selain melindungi dirinya sendiri dari penyakit kelamin, juga untuk mencegah dirinya menularkan virus ini kepada pasangannya. Menurut rekomendasi WHO, vaksinasi dianjurkan sebelum seseorang aktif melakukan hubungan seksual.

[baca selengkapnya tentang vaksin kanker serviks]

Selain vaksinasi, pencegahan penyebaran HPV bisa dilakukan dengan melakukan praktik hubungan seksual yang sehat, setia pada pasangan. Jagalah kebersihan kemaluan dan hindari faktor risiko lainnya seperti rokok dan obesitas.

 

Demikianlah penyebab kanker serviks. Semoga kita dan orang-orang yang kita sayangi terhindari dari penyakit ini.[]

%d bloggers like this: