Apakah Sebenarnya Penyakit Jantung Koroner Itu?

Penyakit jantung koroner adalah penyebab paling banyak kematian di seluruh dunia. Penyakit jantung koroner adalah kondisi pasokan darah ke jantung terhambat atau terhenti karena adanya penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke jantung. Penyakit jantung koroner dikenal juga sebagai penyakit jantung arteriosklerosis atau penyakit jantung iskemik

Terganggunya aliran darah ke jantung ini disebabkan oleh pembentukan plak di dinding arteri, dikenal pula sebagai pengerasan pembuluh darah arteri. Pembentukan plak disebabkan oleh lemak dalam darah seperti kolesterol LDL (kolesterol jahat). Penyakit jantung koroner adalah salah satu akibat dari tingginya kadar kolesterol jahat dalam darah.

Arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah) dan penumpukan plak lemak di arteri (atherosklerosis) dapat berakibat fatal jika tidak diatasi. Kurangnya pasokan oksigen yang dibawa oleh darah ke jantung dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Pengerasan pembuluh darah dan penyumbatan arteri utama adalah salah satu penyebab utama kematian.

 

Organ JANTUNG

organ-jantung-manusia

Jantung Manusia | picsource: livescience.com

Jantung adalah organ yang tersusun atas otot berukuran sebesar kepalan tangan. Fungsinya memompakan darah ke seluruh tubuh. Darah keluar dari bilik kanan jantung menuju paru-paru untuk mendapatkan oksigen.

Darah yang kaya akan oksigen akan kembali ke jantung untuk dipompakan ke seluruh tubuh melalui jaringan pembuluh darah arteri. Jantung sendiri mendapatkan pasokan oksigen dari pembuluh darah arteri yang mengelilinginya. Arteri yang bertugas memberikan oksigen ke sel otot jantung bernama arteri koroner.

Pada penyakit jantung koroner, arteri yang bermasalah (mengalami pengerasan atau penumpukan plak di dindingnya) adalah arteri koroner. Sehingga jantung mengalami kekurangan suplai oksigen untuk memenuhi kebutuhan selnya sendiri.

 

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Penyebab penyakit jantung koroner adalah penumpukan zat lemak secara berlebihan di lapisan dinding pembuluh darah koroner. Proses ini disebut juga atherosclerosis. Atherosclerosis dapat disebabkan oleh faktor gaya hidup dan kondisi lainnya.

Faktor-faktor yang beresiko sebagai penyebab penyakit jantung iskemik antara lain

  • Kadar kolesterol yang tinggi
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Diabetes mellitus.
  • Obesitas/kegemukan

Selain itu ada pula faktor gaya hidup tidak sehat seperti merokok, pola makan yang tidak sehat (terutama tinggi lemak), gizi yang tidak seimbang, kurangnya olahraga, dan stress yang berlebih.

Beberapa penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa faktor genetik dan keturunan juga menjadi penyebab timbulnya penyakit jantung koroner. Riwayat penyakit jantung koroner dalam keluarga (yaitu, saudara laki-laki atau orang tua yang menderita penyakit ini sebelum usia 50 tahun) meningkatkan kemungkinan penimbunan lemak yang lebih cepat.

Faktor jenis kelamin juga mendukung terjadinya penyakit jantung koroner. Secara keseluruhan, risiko penumpukan lemak pada pembuluh darah koroner pada laki-laki lebih besar daripada perempuan. Perempuan relatif lebih kebal pada penyakit ini sampai setelah menopause. Setelah menopause perempuan jadi sama rentannya dengan laki-laki.

Karena proses atherosclerosis berlangsung terus menerus selama hidup (dengan berbagai tingkat kecepatan, tergantung faktor yang tadi telah disebutkan) maka semakin tinggi usia seseorang juga menjadi faktor semakin besar risikonya terkena penyakit jantung koroner.

 

Ciri Ciri Penyakit Jantung Koroner

tanda-penyakit-jantung-koroner

Nyeri Dada Adalah Gejala Penyakit Jantung

Gejala Penyakit Jantung Koroner yang utama adalah nyeri di dada (angina). Lebih spesifiknya nyeri di dada bagian tengah yang menjalar sampai ke lengan kiri atau leher, bahkan sampai ke punggung. Nyeri dada seperti ini adalah nyeri khas dari penyakit jantung koroner. Nyeri ini timbul hanya ketika melakukan aktifitas fisik dan akan berkurang saat beristirahat.

Selain nyeri dada, gejala utama penyakit jantung koroner adalah serangan jantung dan gagal jantung.  Gejalanya adalah detak jantung tidak teratur, sesak nafas dan terengah-engah, serta pembesaran pada bagian perut dan kaki. Namun tidak semua memiliki gejala yang sama. Bahkan ada pula yang tidak menunjukkan gejala sebelum penyakit jantung koroner terdiagnosa.

[baca juga ciri-ciri dan gejala gagal jantung]

Gejala lain selain nyeri dada adalah gejala penyerta seperti keringat dingin dan timbulnya rasa mual serta nafsu makan yang berkurang. Selain itu tubuh jadi sering merasa lelah meskipun tidak beraktifitas berat.

 

Diagnosis Penyakit Jantung Koroner

Diagnosa Gagal Jantung

EKG; Salah Satu Tes Untuk Penyakit Jantung | freeimages.com

Tidak semua nyeri dada berarti sakit jantung. Ada banyak kemungkinan penyebab nyeri dada dan beberapa di antaranya bukanlah bersumber dari penyakit jantung. Untuk mengetahui apakah nyeri dada itu datangnya dari jantung atau bukan adalah dari bentuk rasa nyeri itu dan kapan timbulnya.

Jika dokter mencurigai bahwa pasiennya memiliki risiko penyakit jantung koroner, dia akan melakukan beberapa pemeriksaan. Di antaranya adalah pemeriksaan adanya riwayat penyakit dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Dokter juga akan bertanya mengenai gaya hidup sehari-hari.

Seringkali nyeri dada dari jantung terlihat dengan jelas sekali, tapi ada pula keadaan nyeri lain yang rancu. Umumnya pengalaman dapat membantu dokter dalam diagnosanya, namun pemeriksaan lain dapat membantu memastikan dan mengkonfirmasi apakah diagnosa itu benar.

Pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk menentukan diagnosa antara lain:

Pemeriksaan EKG

EKG adalah alat yang berfungsi mencatat denyut dan ritme jantung. Selain itu EKG dapat memperlihatkan apakah otot-otot jantung melakukan pekerjaannya menghantar listrik secara benar. Otot jantung yang rusak atau yang kekurangan oksigen akan menunjukan hasil rekaman EKG yang berbeda dengan jantung yang sehat.

Pemeriksaan Treadmill

Segala bentuk latihan atau aktivitas fisik dapat digunakan untuk memicu angina. Pemeriksaan treadmill menggunakan prinsip ini. Pasien diminta menggunakan treadmill yang tidak lain adalah aktivitas fisik dan diperiksa aktivitas jantungnya. Ada yang menggunakan treadmill ada juga yang menggunakan sepeda. Umumnya treadmill dimulai pada kecepatan yang rendah dan permukaan datar, setelah itu kecepatan akan ditambah setiap 2 sampai 3 menit pada permukaan yang miring (menanjak). Pemeriksaan akan dihentikan jika Anda merasa sakit atau jika ada perubahan EKG yang signifikan atau tentu saja jika Anda menjadi letih atau sesak napas.

Pemeriksaan dengan isotop radioaktif

Pemeriksaan ini mengunakan bahan kimia (isotop) yang memancarkan sejumlah kecil radioaktif yang dapat ditangkap oleh suatu kamera khusus. Pada pemeriksaan jantung umumnya dipakai isotop thallium dan technetium. Isotop ini akan diserap oleh otot jantung melalui pembuluh darah, tapi tidak dapat diserap oleh otot jantung yang pembuluh darahnya mengalirkan sangat sedikit darah karena penyempitan atau blokade yang dideritanya. Jadi di mana ada penyempitan atau blokade dari suatu arteri koroner, maka daerah dari otot jantung itu tidak akan terlihat sejelas daerah lainnya.

Pemeriksaan Echocardiography dengan beban

Pemeriksaan ini pada dasarnya hampir sama dengan pemeriksaan isotop, bedanya pemeriksaan ini tidak menggunakan bahan radioaktif. Pemeriksaan ini menggunakan scaner dengan pancaran suara untuk mengambil gambar dari jantung seperti scaner yang digunakan untuk melihat bayi di perut ibunya. Pemeriksaan ini memungkinkan untuk melihat jantung berkontraksi dan melihat bagian mana saja berkontraksi lemah karena suplai darahnya terhenti.

Pemeriksaan Angiography Koroner

Cara yang langsung untuk memeriksa keadaan jantung adalah pemeriksaan dengan sinar-X terhadap arteri koroner yang disebut angiogram. Ke dalam arteri koroner dimasukkan zat pewarna (dye) yang dapat direkam oleh sinar-X. Karena jantung terus bergerak (berdenyut), maka dilakukan pengambilan gambar dengan video.

Pemeriksaan Angiography Koroner adalah prosedur yang rutin dan aman. Komplikasi yang serius jarang terjadi. Risiko penting yang bisa terjadi adalah pemeriksaan ini dapat memicu serangan jantung, tapi untungnya hal ini sangat jarang terjadi.

Pemeriksaan 64-Slice CT SCAN

Teknologi terbaru yaitu 64-slice ct scan dapat secara cepat dan efisien memeriksa pasien yang datang dengan keluhan sakit dada. Multi-Slice CT ini adalah teknologi baru dari computed tomography technology, yang dapat melihat arteri koroner dan fungsi jantung tanpa harus melakukan prosedur diagnosis yang sulit ataupun pembedahan.

 

Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

Tindakan pengobatan terpenting dalam penyakit ini adalah pencegahan terjadinya penyakit itu sendiri. Hal ini disebabkan karena banyak alasan. Pertama karena penyakit ini baru timbul gejala yang mengganggu penderitanya setelah masa perjalanan penyakit yang cukup lama. Selama perkembangannya, penyakit jantung koroner tidak menimbulkan gejala apa-apa.

Tidak adanya terapi yang bersifat menyembuhkan penyakit jantung koroner. Begitu penyakit ini diketahui secara klinis, maka terapi medis yang diberikan hanya bersifat paliatif atau bertujuan untuk mengurangi keparahan dan memperlambat perkembangan penyakit. Walaupun demikian pengobatan tetap penting dilakukan karena dapat mengurangi keparahan gejala yang timbul dan mencegah terjadinya serangan jantung.

Angina atau nyeri di dada yang merupakan gejala penyakit jantung koroner disebabkan oleh berkurangnya suplai oksigen ke otot jantung. Nyeri dada umumnya timbul waktu aktivitas fisik dan hilang setelah istirahat beberapa menit. Tujuan utama pengobatan adalah meningkatkan kemampuan penderita untuk melakukan aktivitas sebelum timbulnya angina dan atau menghilangkan sakit yang mulai terjadi.

Pengobatan penyakit jantung koroner meliputi perubahan gaya hidup seperti olahraga dan berhenti merokok, serta pemberian obat dan operasi pembedahan. Umumnya dokter memulai perawatan dengan obat-obatan yang kerjanya mengurangi jumlah oksigen yang dibutuhkan otot jantung atau meningkatkan aliran darah ke jantung atau kedua-duanya. Selain itu penderita juga harus mengubah gaya hidup seperti berhenti merokok, turunkan berat badan, dan melakukan olah raga.

Tidak semua penyakit angina memerlukan operasi, namun angina dengan gejala yang sukar dikontrol dengan obat-obatan akan sangat terbantu dengan operasi. Di masa kini ada beberapa prosedur yang dapat digunakan untuk memperbaiki aliran darah, baik dengan operasi bypas arteri yang tersumbat (coronary artery bypass surgery) atau dengan pelebaran arteri yang menyempit (coronary angioplasty).

Walaupun operasi bypass arteri dan pelebaran arteri memberikan hasil yang cukup baik, namun prosedur ini tetap tidak menghilangkan persoalan dasar yaitu hilangnya endapan dari pembuluh darah. Sehingga harus diingat, penderita tetap harus melakukan hal-hal yang diperlukan untuk mencegah bertambah buruknya pembuluh darah koroner yaitu dengan mengubah gaya hidup.

 

Bagaimana Mencegah Penyakit Jantung Koroner?

Seseorang bisa menderita penyakit jantung koroner karena memiliki penyebab dalam dirinya, yakni adanya penumpukan lemak di dalam dinding pembuluh darahnya. Namun, timbulnya bercak-bercak lemak pada dinding pembuluh darah sejak kita masih anak-anak adalah sebuah fenomena yang alamiah terjadi pada semua orang. Namun meskipun semua orang mengalami, tidak semua jadi menderita penyakit jantung koroner karenanya. Ada faktor-faktor risiko yang dimiliki orang-orang tertentu yang mengakibatkan dirinya lebih rentan mengalami penyakit ini.

Faktor risiko tersebut ada yang dapat diubah dan ada yang tidak. Tiga faktor risiko yang tidak dapat diubah adalah usia, jenis kelamin laki-laki, dan riwayat keluarga. Kerentanan terhadap penyakit jantung koroner meningkat seiring dengan meningkatnya usia. Namun demikian, jarang timbul penyakit yang serius sebelum berusia 40 tahun, sedangkan pada usia 40-60 tahun angka kejadiannya meningkat lima kali lipat.

Faktor risiko tambahan lain masih dapat diubah, sehingga berpotensi memperlambat proses penumpukan lemak. Faktor risiko utama yang dapat diubah adalah peningkatan kadar lipid (lemak atau kolesterol) dalam darah, hipertensi, merokok, diabetes, gaya hidup yang tidak aktif dan kurang gerak, obesitas (terutama tipe abdominal-gemuk di bagian perut), dan peningkatan kadar homosistesin.

Mencegah terjangkitnya penyakit jantung koroner dapat dilakukan dengan menghindari faktor risikonya yang, tentu saja, masih dapat kita ubah.

  1. Kurangi konsumsi makanan tinggi kolesterol

Peningkatan kadar lipid (lemak) dalam darah dapat dikontrol dengan mengurangi konsumsi makanan yang kaya kandungan kolesterol dan kuning telur serta mengurangi konsumsi lemak hewan. Gantilah konsumsi daging merah dengan daging tanpa lemak, ikan, unggas.

  1. Berhenti merokok
berhenti-merokok-dapat-mencegah-penyakit-jantung-koroner

Stop Merokok Sekarang Juga

Risiko penyakit jantung koroner akibat merokok terkait dengan jumlah rokok yang dihisap perhari, dan bukan pada lamanya merokok. Mengurangi atau berhenti merokok merupakan salah satu tindakan pencegahan penyakit jantung koroner.

  1. Konsumsi asam folat dan vitamin B complex
bayam-makanan-sehat-jantung-koroner

Bayam Kaya Akan Asam Folat

Homosistesin adalah suatu asam amino yang dihasilkan tubuh secara alamiah dalam jumlah kecil. Jika kadarnya tinggi dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah. Kekurangan asam folat dan vitamin B6 dan B12 adalah faktor yang berperan dalam meningkatkan kadar homosistesin. Sehingga konsumsilah makanan yang banyak mengandung asam folat, vitamin B6 dan B12.

  1. Kurangi berat badan

Obesitas membuat jantung harus bekerja lebih keras dan meningkatkan kebutuhan oksegien. Ketidakaktifan fisik meningkatkan risiko penyakit jantung koroner yang setara dengan kolesterol tinggi atau merokok. Seseorang yang tidak aktif secara fisik juga memiliki risiko 30-50% lebih besar untuk mengalami hipertensi. Kedua hal ini dapat diatasi dengan latihan fisik atau berolahraga secara teratur.

  1. Hindari stress
stres-memicu-penyakit-jantung-koroner

Hindari Stres

Stress juga menjadi salah satu penyebab penyakit jantung koroner. Dari sebuah penelitian didapatkan adanya hubungan antara kepribadian tipe A dengan proses penumpukan lemak dalam pembuluh darah yang lebih cepat. Kepribadian tipe A di antaranya adalah orang-orang yang mengalami persaingan yang kuat, ambisius, agresif, dan merasa diburu waktu.

  1. Olahraga secara teratur

Latihan fisik teratur sangat penting dalam mencegah penyakit jantung koroner karena aktivitas ini dapat mengurangi banyak faktor risiko sekaligus. Selain dapat mengurangi obesitas, latihan fisik dapat menurunkan kadar kolesterol, dan tekanan darah. Latihan fisik juga mengakibatkan menurunkan resistensi insulin yang berguna dalam mengatasi diabetes. Meningkatnya perasaan sehat dan kemampuan untuk mengatasi stress juga ditimbulkan dari aktivitas ini.

 

Perubahan sederhana dalam gaya hidup akan sangat bermakna bagi kesehatan jantung. Teruslah menjaga kesehatan jantung karena hal ini tidak hanya bermanfaat untuk organ jantung secara khusus tapi juga mencegah terjadinya penyakit lain seperti stroke dan dementia. Mari hidup sehat.

%d bloggers like this: