Penyakit Gagal Jantung; Penyebab dan Pengobatannya

Gagal jantung menjadi salah satu penyebab paling banyak alasan orang dirawat di RS di Amerika dan negara-negara Eropa. Terjadi peningkatan angka perawatan gejala gagal jantung. Peningkatan penyakit gagal jantung sangat erat kaitannya dengan bertambahnya usia seseorang.

Di Eropa kejadian gagal jantung meningat pada usia yang lebih lanjut dengan rata-rata umur 74 tahun. Kemungkinan perjalanan penyakit gagal jantung di masa datang adalah buruk. Setengan dari pasien gagal jantung akan meninggal dalam 4 tahun sejak diagnosis gagal jantung ditegakkan. Pada kondisi gagal jantung yang berat, lebih dari 50% pasien meninggal dalam tahun pertama.

Gagal jantung adalah kondisi kelainan struktur atau fungsi jantung sehingga tidak bisa memompa darah sesuai dengan kebutuhan normal ke seluruh tubuh. Gagal jantung merupakan sindrom atau sekumpulan tanda dan gejala klinis yang disertai keluhan pada jantung. Gejala gagal jantung di antaranya adalah sesak nafas dan perasaan lelah (fatigue) saat beraktivitas ataupun saat istirahat.

 

KLASIFIKASI PENYAKIT GAGAL JANTUNG

Ada beberapa jenis pengklasifikasian penyakit gagal jantung.

Berdasarkan ruang jantung yang memiliki kelemahan pada ototnya untuk memompa darah, gagal jantung dibagi menjadi gagal jantung kanan dan gagal jantung kiri. Secara anatomis, jantung kita memiliki empat ruang, yaitu Serambi (atrium) Kanan dan Serambi Kiri serta Bilik (ventrikel) Kanan dan Bilik Kiri. Gagal jantung kanan berarti penderita mengalami kelemahan pada otot jantung di bilik kanan, sedangkan gagal jantung kiri berarti kelemahan pada bilik kiri.

Berdasarkan lamanya proses berjalannya penyakit, gagal jantung dibagi menjadi gagal jantung akut dan gagal jantung kronik. Gagal jantung akut didefinisikan sebagai serangan cepat (rapid onset) dari gejala-gejala atau tanda-tanda akibat fungsi jantung yang abnormal. Gagal jantung kronik adalah sekumpulan gejala-gejala yang kompleks yang disertai keluhan gagal jantung.

Ada pula jenis gagal jantung berdasarkan sebabnya, di antaranya:

  1. Gagal jantung yang terjadi akibat rusaknya katup jantung.
  2. Gagal jantung yang terjadi akibat melemahnya ruang jantung atau ventrikel kiri yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh.
  3. Gagal jantung yang terjadi akibat kakunya ventrikel (bilik) kiri sehingga jantung sulit terisi darah.

 

Penyebab Gagal Jantung

Gagal jantung dapat disebabkan oleh gangguan primer otot jantung itu sendiri atau beban jantung yang berlebihan ataupun kombinasi keduanya. gagal jantung adalah komplikasi paling sering dari segala jenis penyakit jantung.

Jenis penyakit jantung yang dapat menyebabkan gagal jantung di antaranya adalah:

  • Penyakit jantung koroner.
  • Gangguan ritme jantung.
  • Kardiomiopati atau gangguan otot jantung.
  • Kerusakan pada katup jantung.
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Miokarditis atau radang otot jantung.
  • Cacat jantung sejak lahir

 

Faktor Risiko Gagal Jantung

Mengingat gagal jantung adalah komplikasi paling sering dari segala jenis penyakit jantung berarti secara tidak langsung segala hal yang menyebabkan jantung tidak sehat merupakan faktor risiko penyakit gagal jantung. Hal-hal yang merusak jantung atau kelainan pada sirkulasi darah membuat fungis jantung jadi menurun.

Faktor risiko penyakit gagal jantung misalnya hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi). Kebiasaan makan makanan tinggi kolesterol membuat kadar kolesterol tinggi sehingga memungkinkan terjadinya plak di dalam pembuluh darah. Rokok dan alkohol telah lama diyakini berkontribusi dalam kerusakan jantung.

Diabetes melitus (kencing manis) dan obesitas (kegemukan) juga merupakan faktor risiko penyakit jantung. Pola hidup kurang gerak dan kurang olahraga membuat jantung tidak sehat. Anemia (kekurangan sel darah merah) dan hipertiroidisme atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif ditemukan berhubungan dengan gagal jantung. Adanya riwayat penyakit jantung di keluarga juga meningkatkan risiko penyakit gagal jantung.

 

Tanda Dan Gejala Gagal Jantung

sesak adalah gejala umum gagal jantung

Sesak Adalah Gejala Umum Gagal Jantung | kbps.org

Tanda dan gejala gagal jantung dapat dibedakan berdasarkan bagian mana dari jantung yang mengalami gangguan atau berdasarkan rentang waktu terjadinya penyakit. Gagal jantung kanan dan gagal jantung kiri memiliki tanda dan gejala yang berbeda. Berdasarkan rentang waktu berkembangnya gejala, gagal jantung terbagi menjadi dua, yaitu kronis dan akut. Pada gagal jantung kronis, gejala berkembang secara bertahap dan lama. Sedangkan pada gagal jantung akut, gejala berkembang secara cepat.

Gejala gagal jantung relatif berhubungan dengan berat atau ringannya aktivitas fisik yang dilakukan oleh penderita. Pada awalnya, secara khas gejala penyakit gagal jantung hanya timbul pada saat beraktivitas fisik, tetapi dengan bertambah beratnya penyakit, toleransi penderita terhadap aktivitas fisik semakin menurun sehingga gejala dapat muncul meskipun penderita hanya melakukan aktivitas ringan.

Gejala utama gagal jantung adalah

  • sesak nafas (dyspnea). Pada awalnya sesak napas hanya dirasakan saat seseorang melakukan aktivitas, tetapi sejalan dengan memburuknya penyakit maka sesak napas juga akan timbul pada saat penderita tidak melakukan aktivitas atau sedang beristirahat. Sesak nafas ketika berbaring (ortopnea) atau mendadak terbangun ketika tertidur karena kesulitan bernafas juga mungkin terjadi.
  • tubuh terasa lelah (fatigue). Kurangnya aliran darah pada otot menyebabkan kelemahan dan keletihan (perasaan lelah).
  • pembengkakan pada kaki (edema). adanya pengumpulan darah yang mengalir ke bagian kanan jantung menyebabkan penumpukan cairan di tubuh yang ditandai dengan bengkak. Pembengkakan (edema) mula-mula tampak pada bagian tubuh yang tergantung, biasanya terlihat di kaki atau pergelangan kaki. Pembengkakan Gagal jantung yang semakin memburuk mengakibatkan penumpukan cairan di perut (ascites) dan pembengkakan hati (hepatomegali).

Tanda dan gejala gagal jantung kiri lainnya adalah

  • gelisah/cemas (anxiety)
  • detak jantung cepat (tachycardia)
  • irama detak jantung tidak teratur (arhythmia)
  • Batuk terutama pada posisi berbaring
  • Gejala di saluran cerna seperti mual dan merasa begah.
  • misalnya kulit pucat dan dingin
  • demam ringan dan keringat yang berlebihan
  • Pada gagal jantung kronis yang berat, dapat terjadi kehilangan menurunnya berat badan secara berkelanjutan.

[Baca juga Gejala Gagal Jantung]

 

Diagnosis Gagal Jantung

Diagnosa Gagal Jantung

EKG; Salah Satu Tes Untuk Penyakit Gagal Jantung | freeimages.com

Diagnosa ditegakkan berdasarkan tanda dan gejala yang dikeluhkan ataupun yang terlihat langsung saat dilakukan pemeriksaan. Untuk memperkuat diagnosa, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan penunjang, misalnya ;

  1. Pemeriksaan fisik, adanya denyut nadi yang lemah dan cepat, tekanan darah menurun, bunyi jantung abnormal, pembesaran jantung, pembengkakan vena leher, cairan di dalam paru-paru, pembesaran hati, penambahan berat badan yang cepat, pembengkakan perut atau tungkai.
  2. Pemeriksaan Rontgen atau X-ray (rontgent), pada bagian dada bisa menunjukkan adanya pembesaran jantung dan pengumpulan cairan di dalam paru-paru.
  3. Pemeriksaan ekokardiografi (menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan jantung) dan elektrokardiografi (menilai aktivitas listrik dari jantung).

Tes-tes ini penting untuk dilakukan. Selain dapat membantu dokter mengetahui tingkat fungsi jantung pasien, melalui tes-tes ini jenis gagal jantung pada pasien juga dapat diketahui sehingga memudahkan dokter dalam menentukan langkah pengobatan yang tepat.

 

Pengobatan Gagal Jantung

pengobatan gagal jantung

Terapi Gagal Jantung Dengan Obat | freeimages.com

Seseorang yang mengalami gagal jantung bukan berarti jantungnya telah berhenti bekerja, melainkan daya pompa jantungnya menjadi lemah dan tidak mampu memnuhi kebutuhan normal tubuh. Karena itu mereka yang mengalami kondisi ini membutuhkan pengobatan agar jantungnya bisa tetap berfungsi dengan baik atau mengurangi beban kerja jantung.

Penanganan penyakit gagal jantun bertujuan untuk meredakan gejala penyakit gagal jantung, membantu jantung menjadi lebih kuat, memungkinkan si penderita bisa hidup lebih lama secara normal dan menurunkan risiko serangan jantung.

Pada sebagian besar kasus, gagal jantung merupakan kondisi seumur hidup yang tidak dapat diobati. Oleh karena itu, dalam kasus demikian, penanganan efektif yang terdiri dari kombinasi obat-obatan, peralatan penopang jantung, atau tindakan operasi.

Diperlukan kerjasama dari penderita gagal jantung dalam pengobatannya. Selain menggunakan obat-obatan, pasien juga harus melakukan gaya hidup sehat dan mengontrol dietnya. Pembatasan konsumsi garam adalah tindakan awal yang harus dilakukan. Pantau berat badan, hati-hati bila ada kenaikan berat badan secara tiba-tiba (mungkin disebabkan oleh penumpukan cairan). Jika obesitas, kurangi berat badan. Pasien juga harus menghentikan kebiasaan merokok dan hindari alkohol.

Pemberian obat-obatan yang bertujuan untuk mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh, meningkatkan kontraktilitas (kemampuan jantung untuk memompa) dan mengurangi beban jantung. Contoh obat-obatannya obat inotropik (digitalis, obat inotropik intravena), obat vasodilator (arteriolar dilator : hidralazin), venodilator (nitrat, nitrogliserin), mixed dilator (prazosin, kaptopril, nitroprusid), diuretik serta obat-obatan disritmia. Pasien juga diberikan oksigen atau alat bantu napas karena prioritas utama pada gagal jantung akut adalah pemenuhan kebutuhan oksigen pada sel tubuh (oksigenasi) yang cukup.

Pemakaian alat dan tindakan pembedahan, hal ini biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit jantung bawaan (paliatif, korektif) dan penyakit jantung didapat (valvuloplasti, penggantian katup).

 

Pencegahan Gagal Jantung

olahraga dapat mencegah penyakit gagal jantung

Olahraga Mencegah Gagal Jantung | freeimages.com

Penyakit gagal jantung sangat erat kaitannya dengan penyakit jantung lainnya. Biasa ditemukan pada usia lanjut, gagal jantung biasanya merupakan komplikasi dari penyakit jantung yang lain yang telah diderita sebelumnya. 60-70% gagal jantung akut disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Oleh karenanya menjaga kesehatan jantung adalah cara mencegah terjadinya gagal jantung di kemudian hari.

Hal-hal yang dapat anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung dan secara tidak langsung mencegah gagal jantung, di antaranya:

  1. Mengonsumsi makanan sehat yang cukup mengandung zat besi untuk mencegah anemia. Zat besi bisa didapatkan dari sayuran berwarna hijau tua, buah bit, dll. Zat besi juga bisa anda dapatkan dari suplemen.
  2. Menjaga berat badan. Segera kurangi berat badan jika anda obesitas.
  3. Berhenti merokok.
  4. Menghindari konsumsi minuman keras.
  5. Melakukan aktivitas fisik atau berolahraga secara teratur.
  6. Menjaga kadar kolesterol
  7. Menjaga tekanan darah pada nilai normal. Batasi makanan yang mengandung garam agar anda tidak mengalami hipertensi.

Bagi Anda yang merasakan adanya tanda dan gejala penyakit gagal jantung, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Selain itu, penderita penyakit yang dapat berakibat menimbulkan serangan gagal jantung sebaiknya mengkontrolkan diri ke dokter secara rutin, misalnya penderita hipertensi, kencing manis (diabetes mellitus), atau kadar kolesterol tinggi.

Menjaga kesehatan jantung dan menjalankan pola hidup sehat tidak hanya bisa mencegah anda dari penyakit gagal jantung, tapi juga dari berbagai penyakit lainnya. Mari kita mulai pola hidup sehat dari sekarang.[]

 

Sumber bacaan:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

%d bloggers like this: