Pengertian Virus dan Demam Zika

Zika adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Zika yang menyebar kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang sudah terinfeksi. Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus. Virus ini memiliki kesamaan dengan virus dengue (penyebab penyakit demam berdarah), berasal dari kelompok arbovirus. Gejala yang timbul pada penyakit inipun mirip dengan penyakit Demam Berdarah dan ditularkan melalui perantara nyamuk yang sama.

 

Penularan Virus Zika

nyamuk-Aedes-vektor-penularan-zika

Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang sudah terinfeksi virus. Nyamuk Aedes yang menjadi vektor penyakit Zika memiliki berbagai jenis spesies, di antaranya jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari dan dapat hidup di dalam maupun luar ruangan.

Virus zika juga bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya selama masa kehamilan. Meskipun belum diketahui apakah virus ditularkan ketika masa kehamilan atau menjelang melahirkan.

 

Gejala Penyakit Zika

1 dari 5 orang yang terinfeksi virus zika akan jatuh sakit. Biasanya gejalanya ringan sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi virus Zika.

Gejala yang paling umum timbul adalah demam, kemerahan atau bintik merah pada kulit, nyeri sendi dan konjungtivitis (mata merah). Penyakit ini biasanya ringan dan gejalanya hilang dalam beberapa hari sampai satu minggu. Secara klinis gejala Zika dan demam berdarah sulit dibedakan. Pada beberapa kasus zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama 2-7 hari. Gejala baru muncul 2-7 hari setelah digigit nyamuk.

Sumber bacaan Zika CDC

 

Penanganan Penyakit Akibat Virus Zika

Kebanyakan kasus infeksi virus Zika adalah penyakit yang ringan. Penyakit ini kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik penyakit ini dapat pulih dalam waktu 7-12 hari.

Pengobatan penyakit ini tidak ada yang bersifat spesifik namun hanya mengobati gejala yang muncul, mirip dengan penanganan pada penyakit Demam Berdarah. Meskipun begitu, ada pula kasus yang bersifat fatal dan menyebabkan kematian.

Penanganan sesuai gejala yang muncul di antaranya adalah pemberian istirahat yang cukup, pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi, pemberian obat untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa nyeri.

 

Akibat dan Komplikasi Virus Zika

microsephaly-akibat-virus-zika

Terdapat laporan kasus kecacatan pada bayi baru lahir dari ibu hamil di daerah penyebaran virus Zika. Kelainannya berupa mikrosefali yaitu kondisi kepala bayi lebih kecil dibandingkan dengan bayi lainnya dengan jenis kelamin dan usia yang sama. Namun kepastian adanya hubungan antara mikrosefali dan Zika pada ibu hamil belum dapat dibuktikan secara ilmiah dan masih diteliti. Selain itu virus Zika juga dicurigai memiliki hubungan dengan kejadian Guillain-Barre Syndrome (GBS), suatu penyakit otoimun.

 

Baca juga artikel WHO tentang Zika

 

Pencegahan Penyakit Demam Zika

Belum ada pencegahan spesifik agar tidak tertular virus Zika. Vaksin dari virus ini belum ditemukan. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari gigitan nyamuk Aedes.

Cara menghindari kontak dengan nyamuk dapat dilakukan dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus dan melakukan  pengawasan  jentik  dengan  melibatkan  peran  aktif  masyarakat  melalui  Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk, misalnya dengan memakai  baju  yang  menutup  sebagian  besar  permukaan  kulit,  berwarna  cerah, menghindari  pemakaian  wewangian  yang  dapat  menarik  perhatian  nyamuk  seperti parfum dan deodoran serta menghindari berpergian ke negara yang termasuk area penyebaran virus Zika.

Adapun negara yang pernah melaporkan keberadaan kasus  penyakit virus  Zika  adalah Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, French  Guiana, Guadeloupe,  Guatemala,  Guyana,  Haiti,  Honduras,  Martinique,  Mexico, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela, dan Yap

Add Comment