Pemeriksaan Pap Smear, Deteksi Dini Kanker Serviks

PAP SMEAR adalah deteksi dini kanker serviks

PAP SMEAR adalah deteksi dini kanker serviks | doctoroz.com

 

Kanker Serviks (Cervical Cancer) atau kanker leher/mulut rahim adalah kanker pembunuh nomor 1 perempuan di dunia. Kanker ini merupakan kanker yang tersering dijumpai di Indonesia baik di antara kanker pada perempuan maupun pada semua jenis kanker. Meskipun berbahaya, sebenarnya kanker serviks dapat ditemukan secara dini dengan skrining. Pap Smear adalah skrining yang umum dilakukan untuk deteksi dini kanker serviks.

Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel abnormal (kanker) pada daerah mulut rahim. Kejadiannya mencapai hampir 27% dari semua penyakit kanker di Indonesia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks. Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian.

Pada stadium dini, kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala atau tanda-tanda yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali. Gejala fisik kanker serviks pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Karena itu penderita kanker serviks biasanya memeriksakan diri ke rumah sakit ketika kanker sudah mencapai stadium 3. Padahal kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya. Pada tahap ini, pengobatan yang dilakukan tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.

Kanker serviks (mulut rahim) dimulai dari tahap prakanker dan masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama. Jika ditemukan pada tahap awal ini, kanker akan dapat disembuhkan dengan sempurna.

Kanker serviks dapat dikenali pada tahap pra-kanker dengan melakukan skrining. Skrining atau deteksi dini kanker leher rahim dapat dilakukan dengan pemeriksaan PAP SMEAR atau IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat).

Pap smear adalah tes skrining (screening test) untuk kanker serviks atau kanker mulut rahim. Sel yang didapatkan dari usapan serviks atau mulut rahim pada pemeriksaan pap smear kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Serviks atau mulut rahim (ada pula yang menyebutnya leher rahim) adalah daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya pada bagian bawah rahim, menonjol ke dalam liang senggama wanita (vagina).

 

Kapan Melakukan Test Pap Smear?

Pap Smear dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada masa haid atau sesuai petunjuk dokter, bagi perempuan yang sudah menikah atau sudah aktif melakukan hubungan seksual. Dianjurkan melakukan pap smear setahun sekali. Lakukan Pap Smear sesegera mungkin dan jangan menunggu sampai timbul gejala.

 

Persiapan PAP SMEAR

Beritahukan kepada dokter atau perawat/bidan obat-obatan apa saja yang sedang Anda konsumsi. Pil KB yang mengandung estrogen atau progestin dapat mempengaruhi hasil tes. Juga beritahukan kepada dokter atau perawat/bidan jika Anda memiliki kemungkinan sedang hamil.

Kosongkan kandung kemih sebelum pemeriksaan dilakukan (buang air kecil terlebih dahulu). Jika Anda mengalami perdarahan tiba-tiba (bukan karena menstruasi) jangan batalkan rencana pemeriksaan. Konsultasikan dengan dokter dan dokter akan memutuskan apakah pemeriksaan PAP SMEAR bisa dilakukan.

pemeriksaan pap smear

Persiapan Pemeriksaan Pap Smear | penyakitkankerserviks.com

Syarat Pemeriksaan Pap Smear Lainnya Adalah

  • Tidak berhubungan seksual dalam 3×24 jam sebelum pemeriksaan
  • Tidak menggunakan pembersih vagina baik cairan atau semprot
  • Tidak sedang dalam infeksi berat seperti keputihan yang parah

 

Bagaimana Cara Pemeriksaan Pap Smear?

Kabar buruknya, pemeriksaan Pap Smear dapat terasa tidak nyaman. Namun, kabar baiknya adalah prosedur Pap Smear sangatlah singkat.

Pemeriksaan dilakukan di atas kursi periksa kandungan oleh dokter atau bidan yang sudah dilatih dengan menggunakan alat untuk membuka liang senggama. Pasien berbaring di atas meja periksa atau duduk di kursi periksa dan kedua kaki diletakkan di atas penyangga kaki. Pemeriksa akan memasukkan alat bernama speculum atau cocor bebek ke dalam vagina untuk membukanya. Prosedur ini memungkinkan pemeriksa untuk dapat melihat ke dalam vagina dan mulut rahim.

Ujung leher rahim diusap dengan spatula untuk mengambil cairan yang mengandung sel-sel dinding rahim. Usapan ini kemudian diperiksa jenis sel-sel lainnya di bawah mikroskop.

Apabila hasil pemeriksaan positif atau terdapat sel-sel yang tidak normal harus segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan oleh dokter ahli kandungan.

 

Pap Smear akan lebih mudah dilakukan jika Anda rileks. Jadi, usahakan untuk tetap tenang dan tarik nafas dalam selama prosedur berlangsung.

 

prosedur pemeriksaan pap smear

Prosedur Pemeriksaan Pap Smear | womenshealth.gov

Animasi Prosedur Pap Smear

Apakah Pap Smear Menyakitkan?

Pemeriksaan Pap smear dapat menyebabkan rasa tidak nyaman seperti nyeri saat menstruasi. Anda juga mungkin akan merasakan penekanan selama pemeriksaan berlangsung. Setelah pemeriksaan kemungkinan bisa terjadi perdarahan dalam jumlah sedikit. Konsultasikan dengan dokter jika rasa tidak nyaman (atau nyeri) dan perdarahan masih berlangsung sehari setelah Pap Smear.

Apa itu Pemeriksaan IVA?

Selain Pap Smear, skrining untuk kanker serviks lainnya adalah IVA. IVA atau inspeksi visual dengan asam asetat adalah pemeriksaan dengan cara melihat langsung serviks (leher rahim) setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5%. Bila setelah pulasan asam asetat ada perubahan warna, yaitu tampak bercak putih, maka kemungkinan besar ada kelainan pada tahap prakanker leher rahim.

Di Mana Pemeriksaan Pap Smear Dapat Dilakukan?

  • Rumah sakit
  • Rumah bersalin
  • Pusat atau klinik deteksi kanker
  • Praktik dokter spesialis kandungan
  • Puskesmas
  • Praktik dokter umum dan bidan yang telah mempunyai peralatan dan terampil untuk melakukan pemeriksaan pap smear

 

Dengan biaya yang relatif murah, kini Anda dapat melakukan pemeriksaan Pap Smear. Segeralah melakukan pemeriksaan ini apalagi jika Anda termasuk kelompok berisiko kanker serviks. Deteksi secara dini akan membantu keberhasilan pengobatan kemudian hari.[]

 

Referensi:

  • Brosur “Deteksi Dini Kanker Serviks (Leher Rahim)” yang diterbitkan Yayasan Kanker Indonesia.

 

%d bloggers like this: