Waspadai Bahaya Obesitas Pada Anak

obesitas-pada-anak

Anak Obesitas |pcsource: bestofpicture.com

Menurut WHO, obesitas pada anak adalah salah satu masalah kesehatan dunia paling serius di abad 21 ini. Obesitas pada anak merupakan masalah yang mulai banyak ditemukan, tidak saja di daerah perkotaan dengan sosial ekonomi yang tinggi, tetapi tidak sedikit pula ditemukan pada anak yang tinggal di daerah pedesaan. Bahkan anak-anak dari kelompok sosial ekonomi menengah ke bawah juga mengalami masalah ini.

Obesitas pada anak merupakan masalah di seluruh dunia dengan angka yang terus meningkat, tidak terkecuali di Indonesia. Telah dilakukan penelitian terhadap anak-anak di Sekolah Dasar di beberapa kota di Indonesia dan didapatkan bahwa angka anak yang obesitas memiliki peningkatan jumlah.

Obesitas terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara asupan energi yang masuk dengan energi yang keluar (energy expenditures). Karena asupan energi yang masuk terlalu banyak dibandingkan yang keluar, tubuh jadi memiliki “kelebihan energi” dan kelebihan energi tersebut selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak.

Asupan energi yang tinggi disebabkan oleh konsumsi makanan yang berlebihan, sedangkan keluaran energi rendah disebabkan oleh rendahnya metabolisme tubuh, aktivitas fisik, dan efek termogenesis (pembentukan panas) makanan yang ditentukan oleh komposisi makanan.

makanan-penyebab-obesitas-pada-anak

Konsumsi Makanan Berlebihan Menyebabkan Obesitas

Lemak memberikan efek termogenesis lebih rendah (3% dari total energi yang dihasilkan lemak) dibandingkan karbohidrat (6-7% dari total energi yang dihasilkan karbohidrat) dan protein (25% dari total energi yang dihasilkan protein).

 

Bahaya Obesitas Pada Anak

Anak dan remaja obesitas memiliki peningkatan risiko terhadap berbagai masalah kesehatan dan cenderung akan menjadi obesitas pula saat dewasa. Penanganan obesitas pada anak cenderung sulit, karenanya tindakan pencegahan sangat penting dalam kasus ini.

Anak obesitas cenderung sering sakit. Jumlah absen dari sekolah lebih banyak dari anak lain karena sakit, adanya keterbatasan yang terkait kondisi kesehatan, atau karena perlu perawatan kesehatan. Anak kegemukan dan obesitas cenderung akan menjadi obesitas juga saat dewasa, memiliki risiko tinggi terhadap penyakit dan kematian dini.

 

Risiko Kesehatan Sekarang

Anak kegemukan memiliki risiko penyakit di masa sekarang. Obesitas dapat membahayakan tubuh dalam berbagai hal. Inilah daftar risiko penyakit yang dimiliki anak obesitas:

Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Kedua hal ini dapat memicu terjadinya penyakit jantung. Pengerasan arteri dapat terjadi sejak dini pada anak dan remaja yang memiliki faktor risiko seperti kegemukan. Atherosclerosis sebagai penyebab umum pada penyakit jantung dipicu oleh tingginya kolesterol dan trigliserid dalam darah.

Gangguan toleransi glukosa dan diabetes tipe 2. Biasanya diabetes diderita oleh orang dewasa atau lanjut usia. Namun diabetes juga ditemukan meningkat kejadiannya pada anak kegemukan dan obesitas. Bahkan penelitian dari Centers For Disease Control And Prevention (CDC) memperkirakan 1 dari 3 anak Amerika yang lahir pada tahun 2000 akan mengalami diabetes dalam hidupnya.

Gangguan pernafasan seperti asma dan sesak. Banyak anak kegemukan juga memiliki penyakit asma.

Gangguan tidur. Anak kegemukan berisiko mengalami sleep apnea. Ini adalah kondisi gangguan pernafasan di mana pernafasan berhenti sejenak saat sedang tidur. Gangguan ini serius dan mengancam kehidupan. Dalam jangka panjang dapat mengakibatkan gagal jantung.

Masalah pada persendian dan ketidaknyamanan pada sendi dan tulang. Badan yang terlalu berat memberi beban yang lebih pada sistem rangka tubuh. Nyeri pada tulang dan otot pada anak kegemukan dan obesitas ditemukan jauh lebih banyak daripada anak normal. Penelitian di australian menemukan anak-anak berusia 10-13 tahun yang obesitas memiliki kesulitan dalam aktivitas seperti berjalan dan naik tangga. Masalah otot dan tulang ini umumnya pada rangka bagian bawah seperti lutut, kaki, dan pergelangan kaki.

Perlemakan hati

Batu empedu. Kasus batu empedu ditemukan jauh lebih banyak pada orang obesitas daripada yang normal.

Masalah menstruasi. Kegemukan pada anak perempuan dapat memicu anak jadi mengalami menstruasi lebih dini. Selain itu obesitas dapat mengakibatkan ketidakteraturan menstruasi di kemudian hari.

Gangguan psikososial. Obesitas pada anak dan remaja tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan fisik tapi juga psikologis dan sosial. Anak dan remaja obesitas kadang memiliki masalah sosial seperti diskriminasi dan gangguan harga diri atau minder. Perasaan minder dapat memicu gangguan sosial misalnya anak jadi menarik diri, malu bergaul, memengaruhi prestasi akademik di sekolah. Kondisi ini bisa terus berlanjut hingga mereka dewasa. Millenium Cohort Study mendapatkan bahwa obesitas pada anak berhubungan dengan gangguan emosi dan perilaku, terutama pada anak laki-laki.

Risiko Kesehatan Yang Akan Datang

Anak obesitas cenderung menjadi dewasa obesitas. Obesitas pada orang dewasa meningkatkan risiko berbagai penyakit dan gangguan kesehatan yang serius seperti penyakit jantung, diabetes, dan beberapa kanker. Jika seorang anak obesitas menjadi obesitas ketika dewasa, maka penyakitnya akan lebih berat.

anak-obesitas-cenderung-menjadi-dewasa-obesitas

Anak Obesitas Cenderung Menjadi Dewasa Obesitas

Anak gemuk tidak selalu berarti anak sehat. Jika kegemukannya sudah berlebihan bahkan sampai obesitas, anak bukan lagi sehat. Justru malah banyak masalah kesehatan mengelilinginya.

Memandang obesitas pada anak, kita tidak hanya melihat bahaya obesitas saat ini saja. Tapi juga dampaknya bagi anak di masa dewasanya. Oleh karenanya, obesitas pada anak adalah masalah serius yang perlu ditangani.

Anak yang berisiko mengalami obesitas adalah seorang anak yang salah satu atau kedua orangtuanya menderita obesitas dan anak yang memiliki kelebihan berat badan semenjak masa kanak-kanak. Sebagai orang tua, harus lebih waspada jika anak memiliki kondisi seperti ini. Sehingga obesitas pada anak bisa dicegah atau lebih dini ditangani. Sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.[]

 

 

Referensi:

  1. Buku REKOMENDASI IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA. Diagnosis, Tata Laksana dan Pencegahan Obesitas pada Anak dan Remaja. 2014
  2. Health risks of childhood obesity diambil dari https://health.ucsd.edu/specialties/surgery/bariatric/weight-loss-surgery/adolescent-weight-loss/Pages/health-risks.aspx
  3. Health Risks of Overweight Children diambil dari https://www.ucsfbenioffchildrens.org/education/health_risks_for_overweight_children/
  4. Health Risks of Childhood Obesity diambil dari https://www.noo.org.uk/NOO_about_obesity/obesity_and_health/health_risk_child

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: