Kejang Demam Pada Anak

Kejang Demam Pada Anak

Kejang Demam Pada Anak | medys.my

 

Kejang demam adalah bangkitan kejang pada bayi dan anak, biasanya terjadi antara umur 3 bulan sampai 5 tahun, berhubungan dengan demam tetapi tidak terbukti adanya infeksi di sistem saraf pusat atau penyebab lain. Kejang demam pada anak umumnya merupakan kejadian yang sangat mencemaskan bagi orang tua karena setiap kejang memiliki kemungkinan dapat menimbulkan epilepsi dan kerusakan pada otak.

Kejang merupakan gangguan saraf yang sering dijumpai pada anak, sementara kejang demam merupakan gangguan kejang yang paling sering terjadi. Kejang demam memiliki kemungkinan sembuh yang tinggi dan tidak ada komplikasi yang akan muncul di masa depan. Namun kejang demam dapat menjadi penyakit serius bila penyebab demamnya adalah sepsis atau meningitis (infeksi selaput otak).

Kejadian kejang demam pada anak pertama kali umumnya terjadi pada usia di bawah 5 tahun. Anak laki-laki lebih sering mengalami kejang demam daripada anak perempuan. Kemungkinan besar kejang demam akan berulang pada anak sebelum usia 12 tahun.

Penggolongan kejang demam menurut kriteria National Collaborative Perinatal Project adalah kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks. Sebagian besar kejang demam yang terjadi (sebanyak 96%) adalah kejang deman sederhana.

Kejang demam sederhana adalah kejang demam yang lamanya kurang dari 15 menit. Kejang demam sederhana terjadi pada kedua belah tubuh (bukan sebelah saja) dan serangan kejang terjadi satu kali (tidak berulang) pada satu periode demam.

Kejang demam kompleks adalah kejang demam yang lebih lama dari 15 menit baik bersifat fokal (hanya sebelah bagian tubuh) atau multipel. Serangan kejang terjadi lebih dari satu kali dalam 24 jam. Pada kejang demam kompleks, biasanya ada kelainan saraf pada anak setelah kejang.

Faktor utama yang berperan dalam kejang demam adalah faktor demam itu sendiri, umur anak yang menderita, serta faktor genetik (keturunan).

 

3 Faktor Yang Berperan Dalam Kejang Demam Pada Anak

  1. Faktor Demam

Cepatnya kenaikan suhu tubuh saat demam merupakan faktor penting dalam mencetus kejang demam. 75% dari anak yang menderita kejang menderita demam dengan suhu 39oC. Sementara sisanya, sebanyak 25% anak dengan demam di atas 40oC

  1. Faktor umur

Umumnya kejang demam terjadi umur pada anak berumur 6 bulan – 6 tahun. Puncak tertinggi kejadian kejang demam pada anak umur 17 – 23 bln. Kejang demam pada anak di bawah umur 5 bulan kemungkinan disebabkan adanya infeksi pada sistem saraf pusat. Kejang demam yang menetap pada anak di atas umur 6 th, kemunginan karena ada penyebab lain.

  1. Faktor genetik (keturunan)

Genetik atau keturunan beperanan penting pada kejadian kejang demam pada anak. Risiko kejang demam akan meningkat 2-3 x lipat bila memiliki saudara kandung yang pernah mengalami kejang demam. Sementara risiko meningkat 5%, bila orang tua memiliki riwayat kejang demam.

Kejang demam pada anak umumnya merupakan pemandangan yang menakutkan bagi orang tua yang menyaksikan. Kejang juga dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, retardasi mental, serta penurunan kecerdasan jika terjadi berulang-ulang. Namun demikian, umumnya kejang demam memiliki kemungkinan sembuh yang tinggi dan tidak ada komplikasi yang akan muncul di masa depan.

Kejang demam pada anak

Kejang pada anak adalah pemandangan menakutkan bagi orang tua | doktorbudak.com

Kejang demam mungkin akan terjadi kembali, jadi sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter dan memiliki persiapan diazepam di rumah. Orang tua juga perlu membekali diri dengan cara penanganan anak kejang. Pemberian obat untuk mencegah terjadinya kejang berulang memang efektif, tetapi harus diingat adanya efek samping obat yang mungkin muncul.

Ketika anak demam, berikan obat penurun panas (antipiretik) untuk mencegah tingginya kenaikan suhu demam. Meskipun tidak ditemukan bukti bahwa penggunaan antipiretik dapat mengurangi risiko terjadinya kejang demam, namun dokter di Indonesia sepakat bahwa obat penurun panas tetap dapat diberikan. Dosis Parasetamol yang digunakan adalah 10 – 15 mg/kg/kali diberikan 4 kali sehari dan tidak lebih dari 5 kali. Dosis Ibuprofen adalah 5-10 mg/kg/kali, 3-4 kali sehari. Pilih salah satu dari obat ini, jangan diberikan kedua-duanya.

Beberapa hal yang harus dilakukan orang tua bila kejang demam pada anak terjadi kembali:

  • Tetap tenang dan tidak panik
  • Longgarkan pakaian yang ketat dan ikatan
  • Bila anak tidak sadar, posisikan terlentang dengan kepala miring. Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung. Jangan memasukkan sesuatu ke dalam mulut
  • Ukur suhu serta catat lama dan bentuk kejang
  • Tetap bersama anak selama kejang
  • Berikan diazepam rektal. Jangan diberikan bila kejang telah berhenti
  • Bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih

Untuk lebih lengkapnya, baca penanganan kejang demam.

 

 

Bahan bacaan:

Sari Pediatri, Vol. 4, No. 2, September 2002: 59 – 62

%d bloggers like this: