Kanker Usus Besar : Penyebab, Tanda, dan Pengobatannya

letak-kanker-usus-besar

Letak Usus Besar | picsource: nlm.nih.gov

Di dalam perut kita terdapat usus sebagai saluran pencernaan. Terdapat 2 jenis usus, yakni usus halus dan usus besar. Usus besar terdiri dari kolon dan rektum. Usus besar adalah tempat terjadinya kanker paling sering di saluran pencernaan.

Di permukaan bagian dalam usus besar seringkali tumbuh tonjolan yang disebut juga polip. Sebagian besar polip adalah jinak, namun ada pula yang dapat berkembang menjadi kanker. Umumnya kanker kolorektal atau kanker usus besar adalah perkembangan dari polip adenomatosa.

Ukuran polip berhubungan dengan perkembangannya menjadi kanker. Polip yang berukuran kurang dari 1 cm hanya memiliki kemungkinan sekitar 1% untuk berkembang menjadi kanker. Tapi polip yang berukuran 2 cm atau lebih memiliki kemungkinan lebih dari 40% untuk berubah menjadi kanker.

Jika kanker usus besar didiagnosa dan ditangani sejak dini ketika tumor masih lokal, peluang kesembuhannya sangat tinggi. Tapi jika tumor sudah tumbuh, kanker dapat menyebar melalui dinding usus ke nodus limfatik sekitarnya, jaringan, organ juga ke pembuluh darah. Begitu kanker menyebar ke nodus limfatik (getah bening) atau ke organ lain, penyembuhanpun semakin sulit. Tergantung dari seberapa jauh perkembangan kankernya, angka bertahan hidup berkisar antara 9-93%.

35% lebih penderita kanker usus besar di Indonesia ditemukan pada usia di bawah 40 tahun.

Kanker usus besar (kolon dan rektum) atau disebut juga kanker kolorektal adalah kanker paling banyak ketiga di Amerika. Seperti halnya kebanyakan kanker lain, kanker usus besar biasanya muncul pada penderita berusia 50 tahun ke atas. Di Indonesia ada sedikit perbedaan dengan kasus usus besar di negara Barat. Kasus usus besar di Indonesia memiliki kecenderungan umur yang lebih muda. 35% lebih penderita kanker usus besar di Indonesia ditemukan pada usia di bawah 40 tahun.

 

Penyebab Kanker Usus Besar

Penyebab pasti dari kanker kolorektal atau kanker usus besar tidak diketahui. Namun ada beberapa faktor risiko dari penyakit ini.

Penyakit lain. Kanker usus besar sangat berhubungan dengan beberapa penyakit tertentu. Orang-orang yang memiliki risiko tinggi adalah penderita polip kolon atau memiliki riwayat keluarga dengan polip kolon atau kanker usus besar. Selain itu jika memiliki penyakit radang pada usus besar seperti penyakit chron dan kanker payudara, ovarium, dan uterus (rahim).

Faktor genetik atau keturunan. Sama seperti kanker lainnya, kemungkinan terjadinya kanker dihubungkan dengan adanya faktor genetik. Orang-orang yang mewarisi beberapa penyakit keturunan seperti Familial Adenomatous Polyposis (FAP) atau Hereditary Nonpolyposis Colon Cancer (HNPC).

Asupan makanan. Asupan makanan juga berpengaruh dalam peningkatan risiko kanker usus besar. Orang-orang yang banyak mengkonsumsi buah dan sayur memiliki risiko yang rendah. Banyak penelitian yang menemukan bahwa lemak dan protein hewani memicu terjadinya kanker usus besar. Beberapa penelitian mendapatkan orang yang sering memakan daging mera yang kaya akan lemak jenuh dan protein, risikonya meningkat. Beberapa ahli menganggap bahwa faktor utamanya adalah lemak, namun ada pula yang menganggap proteinlah penyebabnya. Ada pula yang beranggapan bahwa bukanlah lemak dan proteinnya yang menjadi masalah tapi cara pengolahan masakan tsb. Ada penelitian yang menyatakan bahwa lemak dan protein yang dimasak dengan temperatur tinggi-terutama jika dibakar atau dipanggang-dapat memproduksi senyawa kimia karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.

[Baca juga makanan penyebab kanker]

Paparan zat kimia. Paparan terhadap zat kimia tertentu dapat meningkatkan risiko kanker usus besar. Termasuk di dalamnya klorin yang biasanya terdapat dalam air. Klorin sering digunakan dalam penjernihan air (biasa disebut juga kaporit). Paparan dari asbestos juga diperkirakan berbahaya karena dapat menyebabkan pembentukan polip di kolon.

Riwayat pembedahan. Operasi pembedahan tertentu misalnya ureterosigmoidostomi, operasi pengobatan kanker kandung kemih, dan cholesistektomi (pengangkatan kandung empedu). Ada beberapa penelitian yang menemukan bahwa pembedahan pada kandung kemih dapat meningkatkan risiko kanker kolon, namun ada pula studi lain yang tidak menemukan demikian.

Riwayat kanker usus besar. Penyakit kanker usus besar sebelumnya dapat meningkatkan risiko kanker usus besar untu kedua kalinya. Maksudnya, jika kanker usus besar sudah dinyatakan sembuh, penderita masih memiliki risiko akan mengalami kanker usus besar yang kedua. Terutama jika kanker usus besar yang pertama didiagnosa sebelum usia 60 tahun.

Gaya hidup. Merokok dan kebiasaan minum alkohol meningkatkan risiko berkembangnya sel kanker.

Paparan radiasi.

Faktor penyebab penting pada kanker usus besar adalah kebiasaan makan

Tanda dan Gejala Kanker Usus Besar

Kanker usus besar umumnya berkembang lamban dan pada stadium awal, kanker usus besar biasanya tidak menunjukkan adanya gejala. Keluhan dan tanda fisik muncul sebagai akibat dari komplikasi seperti obstruksi atau penyumbatan pada usus besar.

Tanda-tanda yang harus diwaspadai antara lain:

  • perubahan dalam pola buang air besar. Termasuk di dalamnya kesulitan buang air besar atau konstipasi, diare, dan perasaan tidak bisa mengosongkan usus besar secara sempurna. perasaan ingin segera ke belakang, kram di rektum (bagian ujung usus besar, sebelum anus), atau perdarahan rektum.
  • nyeri di perut. Penyumbatan sebagian di usus awalnya ditandai dengan nyeri perut. namun bila obstruksi total terjadi akan menyebabkan mual, muntah, kembung, dan tidak dapat buang air besar.
  • warna kehitaman atau darah pada feses. Kanker usus besar dapat terluka dan menimbulkan perdarahan. Meskipun perdarahan umumnya samar namun ada pula yang terlihat jelas berupa warna feses yang menghitam karena mengandung darah. kanker yang terletak pada usus yang lebih dekat ke ujung umumnya muncul sebagai warna kehitaman pada feses (melena atau hematochezia) sedangkan kanker yang terletak pada usus yang lebih ke arah pangkal lebih sering ditandai dengan anemia.
  • feses kecil dan berbentuk seperti pita
  • perasaan lelah yang tidak diketahui penyebabnya
  • kehilangan nafsu makan atau penurunan berat badan
  • nyeri pada panggul (biasanya terjadi pada stadium lanjutan)
  • nyeri perut disertai kulit berwarna kekuningan (ikterik) adalah gejala kanker usus besar yang sudah menyebar ke hati

 

Diagnosis Kanker Usus Besar

kolonoskopi-diagnosa-kanker-usus-besar

Kolonoskopi | picsource: pixgood.com

Prosedur diagnosis pada pasien dengan gejala. Dokter akan merekomendasikan untuk pemeriksaan lebih lanjut pada pasien yang menunjukkan adanya gejala. Keberadaan kanker usus besar dapat dikenali dari beberapa tanda seperti: anemia, feses berdarah (hematochezia), nyeri perut, berat badan turun atau perubahan pola buang air besar.

Laboratorium. Perdarahan dapat dideteksi melalui pemeriskaan darah samar feses atau anemia defisensi Fe.

Pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan radiologi dilakukan dengan barium enema. Barium enema adalah pemeriksaan X-ray pada usus besar dengan cara sebelumnya usus besar (colon) diisi dengan barium sulfat, sebuah medium kontras yang akan dapat dideteksi dengan foto X-ray. Pemeriksaan barium enema kontras ganda hanya mampu mendeteksi 50% polip kolon dengan spesifisitas 85%. Namun enema barium cukup efektif untuk memeriksa bagian kolon di balik striktur yang tak terjangkau dengan pemeriksaan kolonoskopi.

Kolonoskopi. Kolonoskopi merupakan cara pemeriksaan mukosa kolon yang sangat akurat dan dapat sekaligus melakukan biopsi pada sel yang mencurigakan. Sejumlah studi telah membuktikan bahwa kolonospkopi merupakan pemeriksaan yang paling akurat dan sangat cost effective untuk pemeriksaan pasien yang simptomatik.

Kolonoskopi merupakan prosedur terbaik pada pasien yang diperkirakan ada polip kolon. Kolonoskopi mempunyai sensitivitas 95% dan sensitifitas 99%, paling tinggi dibandingkan pemeriksaan lain untuk mendeteksi adanya kanker. Di samping itu dapat sekaligus melakukan biopsi dan tindakan polipektomi untuk mengangkat polip.

Evaluasi histologi. Yakni pemeriksaan sel tumor atau polip yang dicurigai kanker di bawah mikroskop. Melalui pemeriksaan ini dipastikan apakah jenis sel tersebut merupakan sel kanker atau bukan.

 

Pengobatan Kanker Usus Besar

operasi kanker usus besar

Pemotongan dan Penyambungan Kembali Kolon | picsource: cancer.gov

Pengobatan kanker kolon dan rektum adalah pengangkatan tumor dan pembuluh linfe dengan pembedahan. Pembedahan sangat berhasil bila dilakukan pada pasien yang tidak mengalami penyebaran kanker (metastasis). Tumor di sigmoid dan rektum proksimal dapat diangkat dengan LAR (Low Anterior Ressection).

Terapi ajuvan. Seperti pasien yang menjalani operasi dan mengalami kekambuhan, kemoterapi ajuvan dimaksudkan untuk menurunkan tingkat kekambuhan kanker usus besar setelah operasi.

 

Pencegahan dan Deteksi Dini

Sebenarnya kanker usus besar dapat diobati jika terdeteksi pada stadium dini. Sehingga usaha pengobatan paling tepat adalah menemukan kanker sedini mungkin. Sejumlah negara sudah mulai melakukan pemeriksaan pada masyarakat luas sebelum muncul gejala. Pemeriksaan pada masyarakat sebelum ada gejala dilakukan dengan beberapa cara seperti: teh darah samar dari feses dan sigmoidoskopi.

Faktor penyebab penting pada kanker usus besar adalah kebiasaan makan. Kanker usus besar terjadi 10 kali lebih besar pada negara yang penduduknya banyak makan makanan mengandung karbohidrat murni dan rendah serat dibanding penduduk yang mengonsumsi makanan tinggi serat.

Makanan tinggi bahan fitokimia mengandung zat gizi seperti serat, vitamin C, E, dan karoten dapat meningkatkan fungsi usus besar dan bersifat protektif dari mutagen yang menyebabkan kanker.

 

 

Sumber:

The Basics of Colorectal Cancer dari WebMD Medical Reference

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

%d bloggers like this: