Fakta Tentang Kanker Serviks (Kanker Mulut Rahim) Yang Harus Wanita Ketahui

kanker mulut rahim

Kanker mulut rahim (kanker serviks) adalah salah satu kanker paling mematikan |bet.com

Kanker Serviks (Cervical Cancer) atau kanker leher/mulut rahim adalah hal yang mengerikan bagi kaum wanita. Hal ini sangat beralasan mengingat kanker serviks adalah kanker pembunuh nomor 1 perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks. Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian.

Apa dan bagaimana sebenarnya kanker mulut rahim (kanker serviks)? Inilah fakta yang perlu Anda ketahui

Kanker Yang Tersering Dijumpai Di Indonesia

Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel abnormal (kanker) pada daerah mulut rahim. Kanker ini merupakan kanker yang tersering dijumpai di indonesia baik di antara kanker pada perempuan maupun pada semua jenis kanker. Kejadiannya mencapai hampir 27% dari semua penyakit kanker di indonesia.

Serviks atau mulut rahim (ada pula yang menyebutnya leher rahim) adalah daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya pada bagian bawah rahim, menonjol ke dalam liang senggama wanita (vagina).

kanker serviks

Kanker Serviks | primanora.com

Selain Indonesia, kanker serviks juga kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia. Namun di negara-negara yang wanitanya melakukan skrining kanker secara rutin, seperti Amerika Serikat dan Inggris, kanker serviks tidak lagi menjadi nomor satu.

95% disebabkan oleh virus

penyebab kanker serviks

HPV Penyebab Kanker Serviks | livesciencedotcom

Lebih dari 95% kanker mulut rahim (kanker serviks) disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik yang menyerang mulut rahim. HPV adalah virus yang paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual.

Selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada mulut rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

Ada lebih dari 100 tipe HPV dan kebanyakan dari mereka tidak berbahaya. Namun beberapa tipe HPV dapat menyebabkan perubahan abnormal pada sel serviks. Perubahan tersebut dapat mengarah menjadi sel kanker.

Ada dua tipe HPV yang dikenal sebagai penyebab 70% dari keseluruhan kasus kanker serviks yakni HPV tipe 16 dan 18. Infeksi HPV tipe ini tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak wanita tidak menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi.

[baca lebih lengkap tentang penyebab kanker serviks]

Penularan Bisa Terjadi Melalui Hubungan Seksual

HPV adalah virus yang sangat umum dan dengan mudah menular melalui aktivitas seksual, terutama jika berganti-ganti pasangan. Penderita tertular HPV dari pasangannya yang sudah terinfeksi HPV sebelumnya.

Banyak orang dewasa yang pernah terinfeksi virus ini selama hidupnya. Dalam beberapa kasus, infeksi virus tidak menyebabkan bahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya karena sistem pertahanan tubuh melawannya secara alami. Namun beberapa virus dapat menyebabkan kutil kemaluan (condyloma acuminata atau disebut juga penyakit jengger ayam). Beberapa infeksi HPV dapat menetap selama bertahun-tahun dan berkembang menjadi kanker serviks.

infeksi HPV kanker serviks

Salah Satu Contoh Infeksi HPV | jeffreysterlingmd.com

Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital (kemaluan) ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak sepenuhnya efektif mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan dan mukosa, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

Risiko 2 Kali Lebih Besar Pada Perokok

penyebab kanker serviks

Rokok Meningkatkan Risiko Kanker Serviks | quitsmokingcommunity.org

Ketika seseorang merokok, dirinya dan orang-orang di sekitarnya terpapar begitu banyak substansi kimia penyebab kanker yang dapat mempengaruhi organ tubuh, tidak hanya paru-paru. Subtansi ini diserap melalui paru-prau dan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Wanita yang merokok memiliki risiko terkenan kanker serviks 2 kali lebih besar daripada bukan perokok.

Nikotin serta racun lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada mulut rahim. Substansi penyebab kanker pada rokok merusak dna sel serviks sehingga berperan dalam perkembangan sel kanker. Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang. Merokok juga menyebabkan sistem tubuh kurang efektif dalam melawan infeksi HPV.

Faktor Risiko Kanker Serviks Selain Kebiasaan Merokok

Perempuan yang berisiko mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia 35-50 tahun, terutama yang mulai berhubungan seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker serviks sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun.

Kanker serviks juga berkaitan dengan jumlah pasangan seksual. Semakin sering seseorang berganti pasangan seksual, maka semakin meningkat pula risiko terjadinya kanker serviks.

berganti-ganti-pasangan-risiko-tinggi-kanker-serviks

Setia Pasangan Menurunkan Risiko Penularan HPV

Banyak melahirkan anak juga merupakan risiko kanker serviks. Wanita yang mengalami 3 atau lebih kehamilan cukup bulan memiliki peningkatan risiko.

Wanita yang hamil cukup bulan pertama kali di bawah usia 17 tahun memiliki faktor risiko kanker serviks di kemudian hari lebih besar daripada wanita yang hamil pertama kali di usia 25 tahun ke atas.

Orang yang terinfeksi virus hiv dan dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta penderita gizi buruk juga berisiko terinfeksi virus HPV. Hal ini berhubungan dengan sistem imun tubuh yang kurang sehingga tubuh kurang efektif dalam melawan pertumbuhan sel kanker. Hal ini juga terjadi pada wanita yang kurang asupan buah dan sayur. Orang-orang yang melakukan diet ketat sehingga kurang konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menurunkan tingkat kekebalan tubuh dan berakibat mudah terinfeksi virus HPV.

Wanita yang pernah terinfeksi chlamydia (bakteri yang umum menginfeksi sistem reproduksi disebarkan melalui kontak seksual), kegemukan atau obesitas juga memiliki risiko lebih tinggi. Adanya riwayat keluarga yang memiliki kanker serviks meningkatkan risiko 2-3 kali.

Faktor kebersihan juga merupakan risiko kanker serviks seperti misalnya keputihan yang terus menerus dan tidak diobati. Adanya penyakit menular seksual (PMS), apalagi yang disebabkan oleh HPV seperti kutil kelamin (condyloma). Serta perilaku tidak bersih dalam membersihkan kemaluan, penggunaan air yang kotor atau tercemar bakteri seperti di toilet umum juga bisa menjadi risiko kanker serviks.

Gejala Kanker Serviks Baru Terasa Setelah Stadium Lanjut

Pada stadium dini, kanker leher rahim sering tidak menimbulkan gejala atau tanda yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali. Gejala kanker serviks pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.

Gejala kanker serviks tingkat lanjut yang sering timbul antara lain:

  • Munculnya rasa sakit dan perdarahan setelah berhubungan intim (contact bleeding)
  • Keluar keputihan atau cairan encer dari vagina yang berlebihan dan tidak normal.
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi atau setelah menopause.
  • Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau, atau bercampur darah

Apabila kanker sudah menyebar keluar dari serviks ke jaringan dan organ sekitar, kanker dapat memicu berbagai gejala, diantaranya:

Konstipasi, ada darah pada air seni (hematuria), nyeri pada tulang, bengkak di salah satu kaki, nyeri hebat di punggung bagian samping, perubahan kebiasaan berkemih dan buang air besar, penurunan berat badan drastis, dan keletihan seperti tidak ada tenaga.

tanda kanker serviks

Nyeri Adalah Salah Satu Gejala Kanker Serviks | wisegeek.com

[baca lebih lengkap tentang berbagai tanda dan gejala kanker serviks]

Kebanyakan penderita mengetahuinya setelah sulit disembuhkan

kanker-serviks-ditemukan-setelah-stadium-lanjut

Kanker Serviks Biasanya Ditemukan Setelah Stadium Lanjut

Karena tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Padahal kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada jaringan dan organ tubuh lain, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya.

Operasi pengangkatan rahim (histerektomi) saja tidak cukup membuat kankernya hilang dan penderita sembuh seperti sedia kala jika sudah menyebar. Selain operasi, penderita masih memerlukan terapi tambahan seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.Jika sudah ditemukan sejak dini bisa disembuhkan dengan sempurna.

Jika Kanker Serviks Sudah Ditemukan Sejak Dini, Bisa Disembuhkan Dengan Sempurna

Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya. Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker. Jika kanker dapat ditemukan dan ditangani sejak tahap pra-kanker, penyakit ini dapat disembuhkan dengan sempurna.

Berikut adalah peluang hidup untuk minimal 5 tahun setelah didiagnosa kanker serviks:

stage 1 – 80-99%

stage 2 – 60-90%

stage 3 – 30-50%

stage 4 – 20%

stadium kanker serviks

Stadium Kanker Serviks | womeningovernment.org

Dapat terlihat bahwa penderita kanker serviks yang dideteksi sejak stadium pertama memiliki kemungkinan bertahan hidup lebih dari 5 tahun sebanyak 80-99%. Semakin awal ditemukan, semakin besar angka kemungkinan bertahan hidupnya. Prediksi ini adalah berdasarkan prediksi medis melalui penelitian dan pengetahuan mengenai perjalanan penyakit kanker. Namun yang menentukan lamanya hidup seseorang secara mutlak adalah Yang Maha Kuasa.

Pengobatan kanker serviks

pengobatan kanker serviks

Kemoterapi | dconheels.com

Pengobatan kanker serviks tergantung dari sejauh mana kankernya telah menyebar. Karena membutuhkan penanganan yang kompleks, rumah sakit menggunakan tim multidisplin untuk mengatasi kanker serviks. Tim multidisiplin yang berwenang dalam menangani kanker serviks terdiri dari dokter spesialis kandungan (ginekolog), dokter spesialis kanker (medikal onkologist), dokter bedah, radiologist, dan perawat.

Jika kanker serviks ditemukan pada stadium awal, biasanya masih memungkinkan dilakukan penanganan dengan pembedahan. Ada kemungkinan rahim masih bisa dipertahankan, namun bisa juga harus diangkat.

Selain itu, untuk wanita dengan stadium awal, dapat pula diberikan radioterapi. Pada beberapa kasus, dilakukan kombinasi terapi radioterapi dan pembedahan.

Pada stadium yang lebih lanjut biasanya pengobatan yang dilakukan adalah kombinasi antara kemoterapi dan radioterapi. Terapi-terapi yang digunakan ini memiliki efek yang berat dan jangka panjang seperti misalnya menopause dini dan infertilitas (kemandulan).

Peluang sembuh secara sempurna cukup tinggi jika diketahui dari awal stadium, meskipun peluang ini terus menurun seiring dengan penyebaran kanker. Pada kondisi kanker serviks sudah tidak bisa disembuhkan, masih ada kemungkinan untuk memperlambat perkembangannya. Penderita masih bisa mendapatkan manfaat dari pengobatan berupa perpanjangan angka harapan hidup serta mengurangi gejala-gejala berkaitan yang muncul seperti nyeri dan perdarahan dari vagina. Fase ini dinamakan paliatif, atau perawatannya sering dikenal dengan palliative care.

Komplikasi Yang Mungkin Ditimbulkan

sering-berkemih-komplikasi-kanker-serviks

Sering Berkemih Adalah Komplikasi Ringan Kanker Serviks

Penderita kanker serviks memiliki komplikasi dari penyakit tsb. Komplikasi ini didapat sebagai akibat dari kankernya atau karena efek samping dari pengobatan seperti radioterapi, kemoterapi, dan pembedahan.

Komplikasi dari kanker serviks beragam, mulai dari yang ringan sampai yang mengancam kehidupan. Komplikasi ringan misalnya perdarahan vagina atau berkemih (buang air) lebih sering. Komplikasi yang mengancam kehidupan diantaranya adalah perdarahan berat atau gagal ginjal.

Dapat dikenali pada tahap pra-kanker dengan melakukan skrining

Deteksi dini kanker mulut rahim dapat dilakukan dengan pemeriksaan PAP SMEAR atau IVA (inspeksi visual dengan Asam Asetat). Kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker mulut rahim yaitu teknologi Hybrid Capture II System (HC II).

PAP SMEAR adalah deteksi dini kanker serviks

PAP SMEAR adalah deteksi dini kanker serviks | doctoroz.com

 

Dapat dicegah sebelum terlambat

Pemberian Vaksin kanker serviks

Pemberian Vaksin | ahchealthenws.com

Karena telah diketahui penyebabnya, pencegahan kanker serviks sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :

  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual
  • Rutin melakukan pap smear setahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
  • Melakukan vaksinasi HPV. Di beberapa negara, vaksin HPV sudah rutin diberikan pada remaja-remaja wanita.
  • Menjaga kesehatan tubuh dan bergaya hidup sehat

Kanker serviks memang mengerikan dan mematikan, namun bisa dicegah. Sebelum akhirnya terlambat dan menyesal di kemudian hari, mari kita melakukan pencegahan.

Faktor risiko kanker serviks ada yang bisa diubah dan ada yang tidak. Fokuslah untuk menghindari faktor yang bisa kita ubah seperti merokok. Menghindari faktor risiko adalah salah satu langkah pencegahan yang baik.

Edukasi perempuan-perempuan yang anda sayangi untuk melakukan langkah-langkah pencegahannya dari sekarang. Sebarkan informasi ini agar para wanita lebih waspada dan bisa bertindak lebih awal. []

Tonton video tentang kanker serviks di sini:

Referensi:

Brosur “deteksi dini kanker serviks (leher rahim)” yang diterbitkan yayasan kanker indonesia.

Cervical cancer dari http://www.cancer.org/cancer/cervicalcancer/

Cervical cancer dari http://www.nhs.uk/Conditions/Cancer-of-the-cervix/Pages/Introduction.aspx

%d bloggers like this: