Mengenal Kanker Hati

kanker hati

Kanker Hati | artemisinine.net

Kanker hati adalah kanker yang terdapat pada organ hati. Kanker yang muncul dari hati dan bukan akibat keganasan dari organ lain yang menyebar atau metastasis ke hati disebut juga kanker hati primer. Beberapa tipe kanker hati primer diberi nama sesuai dengan asal tumbuh sel kanker tersebut. Hepatocellular carcinoma (HCC) atau hepatoma adalah kanker hati yang berasal dari sel hati (hepatosit). HCC merupakan mayoritas kanker hati yang muncul.

Jenis kanker hati primer lainnya adalah kolangiokarsinoma (Cholangiocarcinoma = CC) yang berasal dari sel berada pada garis saluran empedu yang disebut cholangiocytes. Kanker yang disebut juga kanker saluran empedu ini tidak umum terjadi. Dari seluruh kanker hati yang pernah didiagnosis, 85% adalah HCC, 10% CC, dan 5% adalah jenis lainnya.

Kanker hati menempati peringkat kelima di antara laki-laki dan kesembilan pada perempuan sebagai kanker tersering di dunia. Tingkat kematian kanker hati juga sangat tinggi, berada di urutan kedua setelah kanker pankreas. Sekitar 80% kasus kanker hati di dunia terjadi di negara berkembang. Penyebab tingginya kasus kanker hati di negara berkembang adalah tingginya kasus hepatitis B dan C di negara-negara tersebut, termasuk di Indonesia.

Sebanyak 59% kasus kanker hati di negara berkembang disebabkan oleh hepatitis B dan 33% oleh hepatitis C. Sedangkan di negara-negara yang sudah maju seperti negara-negara di Eropa, penyebab utama kanker hati adalah konsumsi alkohol yang tinggi dan obesitas yang meningkat. Di wilayah dengan angka kejadian kanker hati yang tinggi, rasio kasus pada laki-laki dan perempuan cukup besar hingga 8:1. Masih belum jelas apakah hal ini disebabkan oleh lebih rentannya laki-laki terhadap timbulnya tumor atau karena laki-laki lebih banyak terpapar faktor risiko kanker hati seperti virus hepatitis dan alkohol.

Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 33.000 kasus baru kanker hati setiap tahunnya. Angka ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penderita hepatitis B dan C yang saat ini mencapai 30 juta jiwa.

 

Faktor Risiko Kanker Hati

Ada beberapa hal yang membuat seseorang lebih berisiko terkena penyakit hati. Kelompok berisiko tinggi ini memerlukan pemeriksaan berkala untuk dapat mendeteksi kanker hati sedini mungkin. Faktor risiko tersebut di antaranya adalah:

VIRUS HEPATITIS B (HBV)

virus penyebab kanker hati

HBV | virology.wisc.edu

Kanker hati sering ditemukan pada orang-orang yang mengidap virus Hepatitis B kronik (pada pemeriksaan darah ditemukan penanda virus Hepatitis B yang berlangsung lama dan menetap). Sebagian besar wilayah yang hiperendemik (wabah) Hepatitis B menunjukkan angka kejadian kanker hati yang tinggi pula. Di Taiwan pengidap hepatitis B kronis mempunyai risiko terkena kanker hati 102 kali lipat lebih besar daripada risiko yang bukan pengidap.

Pada pemeriksaan darah penderita kanker hati ternyata diketahui 65% di antaranya mengandung pertanda infeksi Hepatitis B. Sebagian besar dari yang terkena infeksi virus Hepatitis B dapat sembuh. Sebagian kecil berkembang menjadi penyakit radang hati (Hepatitis B) menahun. Sekitar 10% di antaranya berkembang menjadi kanker.

Di Indonesia jumlah pengidap infeksi virus Hepatitis B diperkirakan sekitar 6-8%. Tingginya angka ini terutama disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat terhdapa penyakit ini dan cara penularannya.

VIRUS HEPATITIS C (HCV)

Di wilayah dengan angka kejadian Hepatitis B rendah, virus hepatitis C (HCV) merupakan faktor risiko penting dari kanker hati. Risiko terjadinya kanker hati pada pengidap infeksi HCV adalah 17 kali lipat dibandingkan dengan risiko pada bukan pengidap.

SIROSIS HATI  

Sirosis hati merupakan faktor risiko utama dan melatarbelakangi lebih dari 80% kasus kanker hati di seluruh dunia. Setiap tahun 3-5% pasien sirosis akan menderia kanker hati. Kanker hati merupakan penyebab utama kematian pasien sirosis. Otopsi pada pasien sirosis mendapatkan 20-80% di antaranya telah mengidap kanker hati.

AFLATOKSIN B1

jamur penyebab kanker hati

Jagung yang mengandung Aspergillus | pioneer.com

Aflatoksin B1 merupakan mitotoksin yang diproduksi oleh jamur Aspergillus Flavus dan merupakan zat penyebab kanker. Jamur Aspergillus Flavus yang mengandung Aflatoxin terbentuk pada bahan makanan (kacang, gandum, dan kedelai) yang disimpan berbulan-bulan dalam udara panas yang lembab. Suhu panas di indonesia dan kelembaban yang tinggi mengakibatkan Aflatoxin mudah terbentuk. Aflatoksin tidak dapat hilang pada pemasakan biasa (suhu 150-200 derajat celcius). Walaupun telah dimasak, makanan yang tercemar Aflatoksin masih tetap berbahaya dan belum terbebas dari faktor penyebab kanker hati.

Makanan yang tercemar jamur (karena mengandung Aflatoxin) dapat berperan dalam perkembangan penyakit kanker hati. Sering mengonsumsi makanan yang mengandung kadar Aflatoxin yang cukup tinggi, membuat risiko terkena kanker hati meningkat.

DIABETES MELLITUS

Diabetes Mellitus (DM) merupakan faktor risiko baik untuk penyakit hati kronik maupun untuk kanker hati melalui terjadinya perlemakan hati dan steatohepatitis non-alkoholik (NASH). dari penelitian ditemukan bahwa kelompok orang penderita DM ditemukan kejadian kanker hati dua kali lipat lebih banyak daripada bkan penderita DM. DM merupakan faktor risiko kanker hati tanpa memandang umur, jenis kelamin, dan ras.

ALKOHOL

penyebab kanker hati

Alkohol dapat menyebabkan kanker | freeimages.com

Peminum berat alkhohol (>50-70 gram/hari dan berlangsung lama) berisiko untuk menderita kanker hati melalui sirosis hati alkoholik. Alkoholisme juga meningkatkan risiko terjadinya sirosis hati dan kanker hati pada pengidap infeksi HBV dan HCV.

FAKTOR RISIKO LAIN

Selain faktor di atas, ada bahan atau kondisi lain yang juga merupakan faktor risiko kanker hati namun jarang dibicarakan. Antara lain:

  1. penyakit hati autoimun (hepatitis autoimun)
  2. penyakit hati metabolik; penyakit Wilson
  3. kontrasepsi oral
  4. senyawa kimia (Thorotrast, vinyl chlorida, nitrosamin, insektisida organoklorin, asam tanik)
  5. tembakau
  6. riwayat keluarga menderita kanker hati primer
  7. Tinggal di daerah yang banyak ditemukan infeksi parasit cacing hati (Clonorchis Sinensis).

 

Gejala Kanker Hati

jaundice-gejala-penyakit-kanker-hati

Jaundice Adalah Gejala Awal dan Umum Kanker Hati | picsource: en.wikipedia.org

Di Indonesia, kanker hati (HCC) ditemukan paling sering pada umur antara 50-60 tahun dengan dominasi pada laki-laki. Gejala yang muncul sangat bervariasi mulai dari tidak ada gejala (asimtomatik) hingga yang tanda dan gejalanya sangat jelas dan disertai gagal hati.

Kanker hati pada awalnya tidak menimbulkan gejala, oleh karena itu pemeriksaan oleh dokter secara berkala perlu dilakukan pada kelompok yang mempunyai risiko tinggi.

Gejala kanker hati yang paling sering dikeluhkan adalah nyeri pada perut bagian kanan atas (kuadran kanan atas abdomen). gejala lainnya adalah perasaan penuh di perut, anoreksia, kembung, sulit buang air besar (konstipasi), atau diare.

Gejala kanker hati yang lain:

  • Berat badan menurun
  • perasaan lesu dan kelemahan
  • Mata dan kuning berwarna kuning, kadang disertai demam
  • Muntah darah dan buang air besar berwarna kehitaman seperti kopi atau teh.

 

Diagnosis Kanker Hati

Jika anda memiliki fakto risiko dan menunjukkan tanda serta gejala kanker hati, dokter akan mencurigai atau mendiagnosis Anda telah terkena kanker hati. pemeriksaan dan penegakan diagnosa kanker dilakukan oleh dokter spesialis kanker (medical oncologist) atau dokter spesialis hati (hepatologist). Rangkaian tes dan prosedur berikut dilakukan untuk mendiagnosa HCC dan untuk menunjukkan stadium kanker:

  1. Pemeriksaan fisik untuk kesehatan secara umum. Pemeriksaan bagian perut dilakukan untuk mendeteksi adanya gumpalan keras atau ascites. Pasien yang menderita nyeri hebat di perut bagian kanan atas dan teraba pembengkakan lokal di daerah hepar (hati) dicurigai memiliki HCC (kanker hati).
  2. Tes darah untuk kesehatan secara umum, fungsi hati dan jumlah/kadar Alfa-fetoprotein (AFP). Rentang normal kadar AFP serum adalah 0-20 ng/mL. Kadar AFP meningkat 60-70% pada penderita HCC. kadar AFP lebih dari 400 ng/ml sangat mengarah pada kasus kanker hati.
  3. USG Abdomen. Pasien sirosis hati dianjurkan menjalani pemeriksaan USG setiap 3 bulan. Untuk tumor kecil pada pasien dengan risiko tinggi, USG lebih sensitif dari pada pemeriksaan serum AFP. Sensitivitas USG abdomen untuk sel kanker hati berkisar antara 70-80%. Scan pencitraan Tomografi terkomputasi (CT) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada bagian perut akan memberikan gambar 3 dimensi dari hati. Gambar tersebut dapat menunjukkan ukuran dan posisi tumor, serta penyebarannya.
  4. Biopsi Hati. Walau diagnosa HCC dapat dibuat berdasarkan kadar AFP dalam darah dan pada hasil scan CT atau MRI, biopsi hati kadang kala perlu dilakukan untuk memastikan hasil diagnosa. Bila kanker belum menyebar dan masih dapat diangkat, maka biopsi tidak perlu dilakukan. Hal ini disebabkan oleh adanya risiko kecil penyebaran kanker sebagai akibat dari pengangkatan kanker oleh jarum biopsi. Pada situasi seperti ini, diagnosa dipertegas setelah bedah pengangkatan tumor.

 

Pengobatan Kanker Hati

pengobatan kanker hati

Pengobatan kanker | freeimages.com

Sebagian besar HCC (kanker hati) ditemukan saat sudah stadium lanjut (intermediate-advance stage). pada tahap ini sudah tidak banyak pilihan terapi pengobatan yang efektif. Pada kenyataannya hanya 1 dari 5 orang yang dapat bertahan hidup, setidaknya setahun setelah didiagnosis mengidap kanker hati. sebagian besar bertahan hanya dalam hitungan bulan. Hal ini dikarenakan sebanyak 9 dari 10 penderita baru didiagnosis ketika kanker sudah ada pada stadium lanjut. Pada kebanyakan pengidap, kanker telah berkembang terlalu parah untuk disembuhkan.

Maka agar kanker hati dapat terdiagnosis lebih dini, orang-orang yang berisiko tinggi mengidap penyakit tersebut disarankan untuk memeriksakan diri secara rutin dan teratur. Kelompok orang yang berisiko tinggi ini adalah mereka yang positif terinfeksi hepatitis B ataupun C atau yang pernah mengidap sirosis. Manfaat dari pemeriksaan rutin adalah untuk mendiagnosis kanker hati pada stadium awal, yaitu saat pengobatan untuk kepulihan total lebih memungkinkan.

Tipe pengobatan untuk pasien kanker hati sangat tergantung pada stadium kanker (yaitu ukuran dan tingkat penyebaran kanker) dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Jika kanker yang terdiagnosis sudah terlanjur pada kondisi stadium lanjut, perawatan hanya ditujukan untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan pasien selama sisa hidupnya (palliative care).

Prosedur pengobatan kanker hati yang digunakan

  1. Reseksi hepatik. Reseksi atau pengangkatan adalah terapi pilihan untuk pasien HCC tahap dini/stadium awal ketika sel kanker masih memungkinkan untuk diangkat. Terapi ini dilakukan untuk pasien yang tidak memiliki sirosis, hanya bagian tertentu dari hati yang terkena kanker dan fungsi hatinya masih normal.
  2. Transplantasi. Transplantasi adalah pengangkatan seluruh organ hati dan menggantinya dengan organ hati donor yang masih sehat.
  3. Ablasi tumor. Ablasi tumor adalah terapi yang bertujuan untuk menghancurkan sel kanker hati primer dengan menggunakan bahan kimia (alkohol, asam asetat) atau dengan panas (radiofrequency, microwave, laser dan cyroablation).
  4. Kemoterapi dan radioterapi. Pengobatan ini dipilih untuk kanker hati yang telah metastasis (menyebar) ke jaringan atau organ lain. Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan anti kanker untuk menghancurkan sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya. Radioterapi menggunakan sinar energi tinggi untuk menghancurkan sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya.
  5. Terapi Paliatif. Pengobatan paliatif artinya hanya meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien saja. terapi yang dapat dilakukan adalah Trans Arterial Chemotheraphy (TACE) dan Terapi kanker terarah (Targeted Therapy). TACE adalah prosedur pengeblokan pada pembuluh darah yang menyuplai makanan ke sel-sel kanker sehingga diharapkan sel kanker tersebut tidak mendapatkan suplai makanan dan akhirnya mengecil, rusak, atau mati. Terapi kanker terarah (Targeted Cancer Therapy) menggunakan obat kanker hati yang bertujuan mencegah pertumbuhan serta penyebaran kanker.

 

Deteksi Dini Kanker Hati

Kanker hati sulit ditemukan dalam stadium dini. Karena dalam stadium awal, kanker ini hampir tidak memiliki gejala. Sehingga penderita baru menyadari ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut. Untuk itu penting sekali melakukan deteksi dini kanker ini terutama bagi pasien yang menderita sirosis dan pernah terkena virus hepatitis.

Deteksi dini kanker hati dapat dilakukan dengan 3 hal

  1. USG; pemeriksaan hati dengan menggunakan ultrasonografii adalah suatu cara paling sederhana untuk memeriksa adanya sel kanker di organ hati setiap 3-6 bulan sekali
  2. Pemeriksaa laboratorium untuk menentukan kadar AFP (alfa feto protein) dalam darah setiap 3-6 bulan sekali

Cara ini di Jepang terbukti menurunkan jumlah pasien kanker hati yang terlambat dideteksi dan meningkatkan penemuan tumor kecil (dini).

 

Kurangi Risiko Kanker Hati Dengan Perilaku Hidup Sehat

cara mencegah kanker

Lakukan aktivitas fisik untuk mencegah kanker | freeimages.com

Langkah terbaik dalam menghindari kanker hati adalah dengan menjauhi faktor risikonya. Risiko kanker hati dapat dikurangi dengan melakukan perilaku hidup sehat. Di antaranya adalah:

  1. Imunisasi. Lakukan vaksinasi hepatitis untuk mendapatkan kekebalan tubuh terhadap virus ini.
  2. Banyak konsumsi makanan segar
  3. Tidak minum alkohol
  4. Hindari makanan yang mengandung Aflatoksin dan makanan yang diawetkan atau disimpan dalam jangka waktu yang lama.
  5. Olahraga dan melakukan aktivitas fisik. Semakin banyak ditemukan bahwa obesitas dan Diabetes Melitus (DM) berhubungan dengan kejadian kanker hati.

 

 

%d bloggers like this: