Cara Tepat Mengatasi Obesitas Pada Anak

Obesitas pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia pada abad 21 ini. Angka kejadiannya terus meningkat termasuk pula di Indonesia. Adanya perubahan gaya hidup dan pola aktivitas fisik seiring perkembangan teknologi turut memicu peningkatan kasus ini. Karena penyakit ini berbahaya bagi anak saat ini maupun dewasa, orang tua perlu dibekali pengetahuan cara mengatasi obesitas pada anak.

Di Indonesia, kejadian obesitas pada anak tidak saja muncul di daerah perkotaan dengan sosial ekonomi yang tinggi, tetapi tidak sedikit pula ditemukan pada anak yang tinggal di daerah pedesaan dengan sosial ekonomi menengah ke bawah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan orang tua tentang bahaya yang ditimbulkan akibat obesitas sehingga kurang pula kewaspadaan meskipun anaknya sudah kegemukan.

Komponen Cara Mengatasi Obesitas Pada Anak

Prinsip penanganan gizi lebih dan obesitas pada anak adalah dengan menerapkan pola makan yang benar, aktivitas fisik yang benar, dan modifikasi perilaku dengan orangtua sebagai panutan.

Tujuan program diet dalam mengatasi obesitas pada anak harus disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak. Target penurunan berat badan mencapai 20% di atas berat badan ideal. Pola makan dan aktivitas fisik yang sehat dan dapat diterapkan dalam jangka panjang untuk mempertahankan berat badan tetapi tidak menghambat pertumbuhan dan perkembangan.

Pola makan yang benar

mengatasi-obesitas-pada-anak

Pengaturan Pola Makan | pic: pixabay.com

Anak yang kegemukan atau obesitas masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Sehingga pengaturan diet seimbang pada anak obesitas harus tetap memperhatikan kebutuhan gizi hariannya.

Sebelum memulai program diet ini, langkah awal yang dilakukan adalah menumbuhkan motivasi anak untuk ingin menurunkan berat badan. Diskusikan dengan anak bahwa berat badannya tidak sesuai dengan tinggi badannya dan kerugian apa saja yang dia dapat jika badannya terlalu gemuk. Ajak anak untuk membuat kesepakatan bersama berapa target penurunan berat badan yang dikehendaki.

Metode pengaturan pola makan yang digunakan yaitu:

  1. Jadwalkan pola makan besar 3x/hari dan camilan 2x/hari yang terjadwal (camilan diutamakan dalam bentuk buah segar). Berikan air putih di antara jadwal makan utama dan camilan, serta lama makan 30 menit/kali
  2. Ciptakan lingkungan yang netral dengan cara tidak memaksa anak untuk mengonsumsi makanan tertentu dan jumlah makanan ditentukan oleh anak
  3. Berikan makan sesuai dengan kebutuhan kalori anak. Mintalah bantuan dokter untuk menghitung kebutuhan kalori anak.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan kalori dengan metode food rules, yaitu:

  • kalori yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan normal.

Kurangi asupan kalori dengan target penurunan berat badan 0,5 kg per minggu. Penurunan berat badan ditargetkan sampai mencapai kira-kira 20% di atas berat badan ideal atau cukup dipertahankan agar tidak bertambah karena pertumbuhan anak masih berlangsung

  • diet seimbang dengan komposisi karbohidrat 50-60%, lemak 30%, dan protein cukup untuk tumbuh kembang normal (15-20%). Bentuk dan jenis makanan harus dapat diterima anak, jangan paksa anak mengonsumsi makanan yang tidak disukai
  • berikan makanan yang tinggi serat. Karena makanan yang tinggi serat memberi efek cepat mengenyangkan (meskipun kandungan energinya rendah) serta mengurangi rasa lapar. Serat juga membantu meningkatkan pembakaran (oksidasi) lemak sehingga mengurangi jumlah lemak yang disimpan.

 

Pola aktivitas fisik yang benar

aktivatas-fisik-untuk-mengatasi-obesitas-pada-anak

Dorong Anak Agar Bergerak | pixabay.com

Obesitas terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara asupan energi yang masuk dengan energi yang keluar. Asupan energi yang masuk terlalu banyak dibandingkan yang keluar, tubuh jadi memiliki “kelebihan energi” dan kelebihan energi tersebut selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak.  Asupan energi yang tinggi disebabkan oleh konsumsi makanan yang berlebihan, sedangkan keluaran energi rendah salah satunya disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik.

Cara mengatasi obesitas pada anak dan remaja adalah dengan meningkatkan aktivitas harian karena aktivitas fisik dapat meningkatkan energi yang keluar. Selain itu, peningkatan aktivitas pada anak gemuk dapat menurunkan napsu makan dan meningkatkan laju metabolisme. Latihan aerobik teratur yang dikombinasikan dengan pengaturan pola makan akan menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar dibandingkan hanya dengan diet saja.

Sesuaikan latihan fisik yang diberikan pada anak dengan tingkat perkembangan motorik, kemampuan fisik, dan umurnya. Pada anak berusia 6-12 tahun atau usia sekolah lebih tepat untuk memulai latihan fisik dengan keterampilan otot seperti bersepeda, berenang, menari, karate, senam, sepak bola, dan basket. Bagi anak di atas usia 10 tahun lebih menyukai olahraga dalam bentuk kelompok.

Selain permainan atau olahraga, peningkatan aktivitas juga bisa dilakukan dengan kegiatan sehari-hari. Misalnya biasakan anak-anak untuk berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah, menempati kamar tingkat agar naik dan turun tangga, mengurangi lama menonton televisi atau bermain gadget, dan menganjurkan bermain di luar rumah. Buatlah anak agar lebih banyak bergerak.

Center For Disease Control And Prevention (CDC) Amerika Serikat menganjurkan anak dan remaja harus melakukan latihan fisik setiap hari selama 60 menit atau lebih, yang terdiri dari aktivitas aerobik, penguatan otot, dan penguatan tulang

  1. Aktivitas aerobik

Aktivitas aerobik merupakan latihan fisik yang dapat dilakukan setiap hari selama 60 menit atau lebih. Aktivitas aerobik terdiri dari aktivitas aerobik dengan intensitas sedang (misalnya jalan cepat) atau aktivitas aerobik dengan intensitas bugar (misalnya berlari). Aktivitas aerobik dengan intensitas bugar dilakukan paling sedikit tiga kali dalam satu minggu.

  1. Penguatan otot (muscle strengthening)

Aktivitas penguatan otot, seperti senam atau push-up, dilakukan paling sedikit tiga kali dalam satu minggu sebagai bagian dari total latihan fisik selama 60 menit atau lebih.

  1. Penguatan tulang (bone strengthening)

Aktivitas penguatan tulang, seperti lompat tali atau berlari, dilakukan paling sedikit tiga kali dalam satu minggu sebagai bagian dari total latihan fisik selama 60 menit atau lebih.

 

Modifikasi perilaku

Pengaturan pola makan (diet) dan latihan fisik merupakan cara yang efektif dalam mengatasi obesitas pada anak. Pengaturan pola makan dan aktivitas adalah perilaku yang harus diubah dan dibiasakan. Karena prioritas utama adalah perubahan perilaku, maka perlu menghadirkan peran orangtua.

Beberapa perilaku yang perlu diubah misalnya biasakan anak untuk melakukan pengawasan sendiri terhadap berat badan, masukan makanan, dan aktivitas fisik, serta mencatat perkembangannya. Kontrol terhadap rangsangan/stimulus, misalnya pada saat menonton televisi diusahakan untuk tidak makan karena menonton televisi dapat menjadi pencetus makan. Orangtua diharapkan dapat meniadakan semua stimulus di sekitar anak yang dapat merangsang keinginan untuk makan

Ajak anak untuk mengontrol porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi, serta mengurangi makanan camilan. Orang tua juga harus memberi penghargaan terhadap keberhasilan anak dalam membiasakan hidup sehat dan mengikuti program yang diberlakukan.

Libatkan anggota keluarga lain, teman, dan guru dalam menangani obesitas

Peran orangtua dalam mengatasi anak obesitas sangatlah efektif dalam penurunan berat badan atau keberhasilan pengobatan. Ajak pula seluruh anggota keluarga ikut berpartisipasi dalam program diet. Bersama-sama mengubah perilaku makan dan aktivitas yang mendukung keberhasilan anak.

Guru dan teman sekolah juga dilibatkan untuk turut menyukseskan program ini misalnya dengan memberikan pujian bila anak yang gemuk berhasil mengikuti program diet atau menurunkan berat badannya. Minta bantuan guru untuk membangun lingkungan positif dan mengingatkan para siswa untuk tidak mengejek anak gemuk. Karena salah satu masalah pada anak kegemukan atau obesitas adalah masalah psikologis dan sosial. Ejekan dan diskriminasi dari teman sebaya dapat membuat anak minder dan menarik diri secara sosial.

 

Cara mengatasi obesitas pada anak adalah dengan pengaturan diet, peningkatan aktivitas fisik, mengubah pola hidup (modifikasi perilaku), dan terutama melibatkan keluarga dalam proses terapi. Obesitas pada anak termasuk penyakit yang sulit diatasi karenanya ada kecenderungan untuk mengatasinya dengan jalan pintas yaitu diet rendah lemak dan kalori, diet golongan darah atau diet lainnya serta berbagai macam obat. Padahal penggunaan diet rendah kalori dan lemak dapat menghambat tumbuh kembang anak terutama di masa emas pertumbuhan otak, sedangkan diet golongan darah ataupun diet lainnya tidak terbukti bermanfaat untuk digunakan dalam mengatasi  obesitas pada anak dan remaja.

Jadi, orang tua harus tetap memperhatikan kebutuhan kalori terkait pertumbuhan dan perkembangan anak yang masih berlangsung. Jangan menggunakan jalan pintas dan diet yang tidak cocok dengan anak. Jangan lupa, libatkan sebanyak mungkin orang di sekitar anak. Semoga bermanfaat.[]

 

Referensi:

Buku REKOMENDASI IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA. Diagnosis, Tata Laksana dan Pencegahan Obesitas pada Anak dan Remaja. 2014

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: