Berbagai Khasiat Madu Untuk Kesehatan Anda Dan Keluarga

Madu selama ini dikenal sebagai makanan penuh khasiat. Salah satu khasiatnya yang telah dipercaya sejak dahulu adalah untuk kesehatan. Orang-orang zaman dahulu telah memanfaatkan madu sebagai obat demam ataupun untuk mengoptimalkan pencernaan makanan. Penelitian yang dilakukan membuktikan berbagai khasiat madu untuk kesehatan.

Seorang filsuf yunani menyatakan bahwa mengonsumsi madu setiap hari akan membebaskan diri dari berbagai macam penyakit. Dalam agama Islam juga dianjurkan minum madu sebagai suatu cara pengobatan. Hal ini tentu tidak mengada-ada karena di dalam madu memang terkandung berbagai zat gizi dan nongizi yang unik dan potensial untuk memelihara kesehatan.

Madu memiliki manfaat untuk menyembuhkan penyakit. Substansi yang dikandungnya telah lama dimanfaatkan untik mengatasi luka bakar, menambah stamina, menaikkan gairah seksual, bahkan dapat mencegah kanker. Madu juga dapat digunakan untuk perawatan kulit dan kecantikan.

Bangsa mesir kuno memanfaatkan madu untuk mengobati luka bakar dan luka akibat benda tajam. Penelitian kesehatan ribuan tahun kemudian menemukan adanya sifat antiseptik ringan dan antimikrobial pada madu. Karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri itulah, madu mampu mempercepat penyembuhan luka. Saat ini madu banyak digunakan di rumah sakit dan klinik perawatan luka karena khasiatnya tersebut.

Manfaat Madu Untuk Anak

khasiat madu untuk kesehatan

Khasiat Madu Untuk Anak | honeyandbeauty.com

Dari suatu penelitian diketahui bahwa pemberian madu secara teratur setiap hari dapat memperbaiki kondisi kesehatan anak. Penelitian yang dilakukan di Puslitbang Gizi Bogor ini mengungkapkan bahwa angka terjadinya penyakit panas dan pilek pada kelompok balita yang diberi madu menurun, nafsu makan meningkat, porsi dan frekuensi makan bertambah. karena porsi dan frekuensi makan yang bertambah, konsumsi energi dan protein anak yang diberi madu juga meningkat.

Manfaat kesehatan pemberian madu yang tampak dalam penelitian tsb antara lain disebabkan oleh dua hal. Pertama, madu merupaakan makan yang mengandung aneka zat gizi. Kedua, madu ternyata juga mengandung senyawa yang bersifat antibiotik.

Kandungan gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa (41,0 %), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), dan dekstrin (1,5%). Jadi, anak balita yang diberi madu, secara tidak langsung juga akan mendapatkan karbohidrat sebagai salah satu sumber energi bagi anak. Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun, kandungan asam aminonya cukup beragam. Baik asam amino esensial maupun nonesensial. Asam amino tersebut turut menunjang sebagian kebutuhan protein tubuh balita.

Khasiat Madu Untuk Kesehatan Sel Dalam Tubuh

Madu juga mengandung berbagai vitamin. Vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B6, vitamin C, dan vitamin E. Keberadaan vitamin ini sangat penting untuk mengatur proses metabolisme, memelihara fungsi jaringan tubuh, membantu pembuatan zat dalam tubuh, membantu pertumbuhan, dan pembentukan sel baru. Vitamin B yang terdapat di dalam madu membantu perubahan karbohidrat menjadi energi. Sehingga orang yang mengonsumsi madu dapat melakukan aktivitas fisik dengan baik karena energi yang mencukupi. Sementara itu, vitamin C bermanfaat dalam kekebalan tubuh dan mengatur keseimbangan kolesterol.

Mineral yang terkandung di dalam madu antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor, dan sulfur. Meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan sumber ideal bagi tubuh manusia karena kadar dan jumlah mineral madu mendekati mineral yang terdapat dalam darah manusia. Berbagai mineral itu sangat membantu dalam penyusunan orang-organ tubuh misalnya untuk membentuk tulang dan gigi, jaringan rambut, kuku, serta kulit, juga dalam pembuatan sel darah merah. Juga berfungsi dalam proses metabolisme untuk kepekaan saraf dan pengerutan otot.

Mineral magnesium fungsinya antara lain untuk mengilangkan rasa kaku otot. Sementara kalsium, bukan sekadar menguatkan tulang dan gigi, namun juga untuk menimbulkan calming effect yang akan menenangkan jiwa dan fisik. Jadi, minum susu dicampur madu adalah kombinasi tepat untuk mengistirahatkan badan karena susu juga kaya kalsium dan juga tinggi asam amino triptofan yang penting untuk sekresi hormon melatonin penyebab rasa kantuk.

Khasiat Madu Dalam Melawan Penyakit

khasiat madu untuk penyembuhan luka

Khasiat Madu Untuk Perawatan Luka | articles.mercola.com

Madu juga mengandung zat antibiotik untuk melawan serangan bakteri patogen penyebab penyakit. Kandungan antibiotik ini merupakan salah satu keunikan madu yang membuat madu jadi lebih berkhasiat.

Beberapa penyakit infeksi yang dihambat dengan minum madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan saluran pencernaan, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam, penyakit infeksi pada paru-paru, penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan saraf.

Paling tidak ada empat faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri pada madu. Pertama, kadar gula madu yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakeri tidak dapat hidup dan berkembang. Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3,65) akan mengurangi pertumbuhan dan daya hidup bakteri sehingga akhirnya bakteri akan mati. Ketiga, adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat membunuh mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya senyawa organik yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam. Senyawa yang telah teridentifikasi antara lain polyphenol, flavonoid, dan glikosida.

Madu juga ternyata banyak mengandung enzim yang akan memperbaiki sistem pencernaan di dalam tubuh. Enzim tersebut antara lain amilase (mencerna karbohidrat), diastase, invertase, protease (mencerna protein), laktase (mencerna laktosa susu), katalase, peroksidase, lipase (mencerna lemak), dll.

Semua jenis madu pasti mengandung antioksidan, seperti vitamin C dan vitamin E. Itu artinya madu bermanfaat dalam menangkal radikal bebas. Antioksidan dalam madu diyakini mampu mencegah terjadinya kanker, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.

Madu Untuk Bayi

Madu sebaiknya tidak diberikan kepada anak di bawah usia satu tahun. American Academy of Pediatrics (AAP) dan WHO menganjurkan madu tidak ditambahkan dalam makanan, minuman, atau susu yang diberikan pada bayi atau anak di bawah usia satu tahun. Hal ini dikarenakan madu dapat mengandung spora Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan keracunan botulinum.

Senyawa botulinum tidak berbahaya pada orang dewasa dan anak di atas usia satu tahun. Namun racun botulinum dapat menimbulkan efek yang berbahaya pada bayi di bawah satu tahun karena sistem pencernaannya belum berkembang sempurna.

Untuk penyembuhan atau pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dengan cara dilarutkan dalam air putih karena akan memudahkan penyerapannya dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan. Ada yang menganjurkan konsumsi madu 2x sehari masing-masing 1 sendok untuk menjaga kesehatan kita.

Salah satu keunikan madu, meskipun rasanya manis, tidak begitu berbahaya dibandingkan gula. Madu menimbulkan edek ringan dalam menaikkan gula darah dibandingkan sumber karbohidrat lain. Meskipun demikian, bagi penderita diabetes dianjurkan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter bila akan mengonsumsi madu.

Begitu banyak khasiat madu untuk kesehatan. Janganlah ragu untuk mengonsumsi madu secara rutin dan memberikannya pula ke keluarga.[]

%d bloggers like this: