Bagaimana Cara Mengatasi Kejang Pada Anak?

Kejang demam pada anak

Kejang pada anak adalah pemandangan menakutkan bagi orang tua | doktorbudak.com

Kejang pada anak umumnya merupakan pemandangan yang menakutkan bagi orang tua yang menyaksikannya. Kejang juga dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, retardasi mental, serta penurunan kecerdasan jika terjadi berulang-ulang. Kejang demam merupakan gangguan kejang yang paling sering terjadi. Oleh karenanya, orang tua perlu membekali diri bagaimana cara mengatasi kejang pada anak di rumah.

Kejang merupakan gangguan saraf yang sering dijumpai pada anak, sementara kejang demam merupakan gangguan kejang yang paling sering terjadi. Kejang demam memiliki kemungkinan sembuh yang tinggi dan tidak ada komplikasi yang akan muncul di masa depan. Namun kejang demam dapat menjadi penyakit serius bila penyebab demamnya adalah sepsis atau meningitis (infeksi selaput otak).

Tujuan pengobatan kejang demam pada anak adalah untuk mencegah kejang demam berulang, mencegah status epilepsi atau mental retardasi, serta normalisasi kehidupan anak dan keluarga.

[baca selengkapnya tentang kejang demam yang terjadi pada anak]

Berikut ini adalah cara mengatasi kejang pada anak:

Tetap tenang dan tidak panik

Orang tua harus tetap tenang ketika memberi pertolongan, karena jika panik persepsi akan menyempit dan kurang bisa berpikir dengan jernih. Dengan pikiran yang tenang keputusan dan tindakan yang diambil akan lebih tepat dan terarah.

Longgarkan pakaian yang ketat dan lepaskan ikatan. Jangan dibatasi pergerakannya

Prioritas utama penanganan anak yang sedang mengalami kejang adalah menjaga jalan napas tetap terbuka. Longgarkan pakaian dan lepaskan ikatan jika ada (misalnya sabuk). Biarkan saja anak selama kejang berlangsung, tidak perlu berusaha menghentikan gerakan kejangnya karena kejang akan berhenti dengan sendirinya. Jangan memegangnya kuat-kuat apalagi berusaha menahan gerakannya, karena ini justru akan menyakiti anak.

penanganan kejang pada anak

Jangan dibatasi pergerakan dan amankan lokasi kejang |momkid.com

Pastikan keamanan tempat

Perhatikan sekeliling, pastikan tidak ada benda berbahaya di tempat anak kejang. Hindari kepala anak terbentur ketika kejang. Amankan dari sengatan listrik atau benda tajam.

Posisikan miring

Bila anak tidak sadar, posisikan terlentang dengan kepala miring atau miringkan keseluruhan badan dan kepalanya. Posisi ini ditujukan untuk mencegah masuknya cairan ke dalam jalan pernapasan. Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut karena bisa menyebabkan aspirasi atau masuknya ke dalam saluran pernafasan yang justru akan berakibat fatal. Jika mulut anak sudah mengatup dengan kuat dan dipastikan lidahnya tidak tergigit, tidak perlu memaksa memasukkan sendok ke dalam mulutnya karena hal ini justru akan melukai mulut anak dan merusak giginya.

penanganan kejang

Posisikan miring dan catat durasi kejang | lifecountz.com

Ukur suhu serta catat lama dan bentuk kejang

Sebagian besar kasus, kejang akan berhenti dengan sendirinya, tetapi dapat juga berlangsung terus atau berulang. Selama anak kejang, tetaplah bersamanya. Ukur suhu tubuh dan catat lamanya serta bentuk kejang.

Berikan diazepam rektal. Jangan diberikan bila kejang telah berhenti

pencegahan kejang demam

Cara Memasukkan Diazepam Rectal (1) | mcs.open.ac.uk

pencegahan kejang demam

Cara Memasukkan Diazepam (2) | mcs.open.ac.uk

pencegahan kejang demam

Cara Memasukkan Diazepam Rectal (3) | mcs.open.ac.uk

Biasanya pada anak dengan riwayat kejang akan diberikan obat kejang oleh dokter untuk disimpan di rumah dan digunakan sewaktu-waktu anak kejang di rumah. Berikan obat sesuai dengan yang sudah diresepkan oleh dokter. Saat ini diazepam merupakan obat pilihan utama untuk kejang demam fase akut, karena diazepam mempunyai masa kerja yang singkat.

Diazepam diberikan segera pada saat kejang terjadi. Obat ini sangat efektif dan orang tua dapat memberikannya sendiri di rumah. Diazepam tersedia dalam bentuk larutan yang siap diberikan melalui anus (rektal). Jangan berikan obat bila kejang telah berhenti. Dosis diazepam adalah 0,3-0,5mg/kg. Untuk memudahkan berikan 5 mg untuk anak dengan berat badan kurang dari 10 kg dan 10 mg untuk anak di atas 10 kg.

Bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih

Kejang demam memiliki kemungkinan sembuh yang tinggi dan tidak ada komplikasi yang akan muncul di masa depan. Namun kejang demam dapat menjadi penyakit serius bila penyebab demamnya adalah sepsis atau meningitis (infeksi selaput otak) dan ensefalitis.

Lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter anak jika anak kejang dengan suhu badan yang tinggi, terjadi sebelum usia 5 bulan, berlangsung lebih dari 15 menit, serta terjadi lebih dari satu kali dalam 24 jam.

 

Bahan bacaan:

Sari Pediatri, Vol. 4, No. 2, September 2002: 59 – 62

%d bloggers like this: