Mengenal Lebih Jauh Penyakit Asam Urat

asam urat

Asam Urat | herbsinfo.com

Penyakit asam urat adalah tingginya kadar asam urat (melebihi kadar normal) di dalam darah. Asam urat (uric acid) adalah senyawa turunan purin. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, penyakit asam urat adalah penyakit berlebihannya kadar sisa metabolisme zat purin yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi di dalam darah.

Dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin. Karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.

Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Purin diolah tubuh menjadi asam urat. Setiap harinya, asam ini dibuang dari tubuh kita melalui ginjal. Jika asam urat yang dibuang dari tubuh jauh lebih sedikit dari jumlah produksinya, maka sisanya akan menumpuk di dalam dan sekitar sendi dalam bentuk kristal-kristal tajam. Akibatnya sendi terasa nyeri, bengkak dan meradang.

Pembentukan dan penumpukan kristal-kristal tersebut bisa berlangsung selama bertahun-tahun tanpa kita sadari. Oleh karenanya biasanya asam urat menyerang usia lanjut, karena penumpukan yang sudah berlangsung menahun.

Pengertian bahwa setiap nyeri di persendian adalah asam urat perlu diluruskan karena tidak semua keluhan nyeri sendi disebabkan oleh asam urat. Untuk memastikannya perlu pemeriksaan  kadar asam urat dalam darah.

Asam urat ini secara medis disebut dengan artritis gout atau artritis pirai. Pada zaman kuno disebut gout karena berasal dari bahasa latin, guttae, yang artinya tetesan, karena orang zaman kuno beranggapan penyakit  ini disebabkan oleh luka yang jatuh setetes demi setetes ke dalam sendi.

 

PENYEBAB ASAM URAT

Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap proses pengolahan zat zat tubuh yang normal pasti menghasilkan asam urat. Kadar asam urat yang berlebih disebabkan karena terlalu banyak makan makanan yang mengandung purin tinggi. Sebetulnya, tubuh telah menyediakan purin sebanyak 85 persen untuk kebutuhan tubuh setiap hari sedangkan yang diperlukan dari makanan hanya sekitar 15 persen. Sehingga, seharusnya kita tidak perlu menyantap banyak makanan yang mengandung purin karena dalam tubuh sudah banyak tersedia.

Namun kebiasaan atau pola makan masyarakat tidak memperhatikan kandungan purin dalam zat makanan. Orang cenderung menyantap makanan yang dia suka atau apa yang tersedia saja. inilah yang menyebabkan tingginya asupan purin.

Makanan sumber dari produk hewani biasanya mengandung purin sangat tinggi. Produk makanan mengandung purin tinggi kurang baik bagi orang-orang tertentu, yang punya bakat mengalami gangguan asam urat. Jika mengonsumsi makanan ini tanpa perhitungan, jumlah purin dalam tubuhnya akan sangat banyak sehingga melewati ambang batas normal.
Apabila jumlah purin di dalam tubuh sangat banyak melebihi batas normal, maka purin akan menumpuk di persendian. Sendi-sendi yang diserang terutama adalah jari-jari kaki, lutut, tumit, pergelangan tangan, jari tangan dan siku. Penumpukan purin di persendian ini akan menimbulkan rasa yang sangat nyeri. Selain nyeri, penyakit asam urat juga dapat membuat persendian membengkak, meradang, panas dan kaku.

Sekitar 90% penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal membuang asam urat secara tuntas dari tubuh melalui air seni. penyebabnya adalah jumlah purin yang masuk ke dalam tubuh sangat banyak sehingga ginjal kewalahan mengeluarkannya. Sebagian kecil lainnya disebabkan karena tubuh memproduksi asam urat secara berlebihan.

Beberapa kristal yang bertumpuk akan keluar dari tulang rawan dan membuat lapisan lembut pada sendi yang disebut  sinovium mengalami radang yang terasa menyakitkan. Ketika ini terjadi, itu berarti penderita sedang mengalami serangan asam urat.

 

FAKTOR RISIKO ASAM URAT

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang cenderung memiliki kadar asam urat yang tinggi dalam tubuh adalah:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas

    obesitas-risiko-asam-urat

    Obesitas

  • Gaya Hidup. Konsumsi makanan yang mengandung purin yang tinggi, seperti otak, hati, ginjal, kaldu, jantung, ikan makarel, ikan sarden, dan kerang-kerangan. Selain itu konsumsi minuman keras juga dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
  • Kondisi Medis. Kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hiperkolesterolemia, sering dikaitkan dengan kasus asam urat. Memiliki masalah pada ginjal (misal gagal ginjal) sehingga dapat mengganggu pembuangan asam urat membuat risiko terkena penyakit asam urat meningkat.
  • Obat-obatan. Pemakaian obat seperti diuretik, aspirin harus diperhatikan dan dikonsultasikan ke dokter karena dapat meningkatkan kadar asam urat.
  • Genetik. Memiliki riwayat keluarga yang mengalami penyakit asam urat merupakan salah satu faktor risiko.
  • Usia dan Jenis Kelamin. Pria memiliki risiko lebih besar untuk terkena gangguan radang karena asam urat, tapi wanita yang telah memasuki masa menopause juga memiliki risiko yang sama besarnya dengan pria.

 

GEJALA KELEBIHAN ASAM URAT

gejala asam urat

Gejala Asam Urat | blog.flexoplex.com

Penumpukan dari asam urat akan menimbulkan rasa panas, kemerahan dan pembengkakan pada  sendi yang terkena dengan tiba-tiba. Pada awalnya, serangan akut asam urat dapat menimbulkan panas-demam dan nyeri hebat yang biasanya bertahan berjam-jam sampai seharian, dengan atau tanpa pengobatan. Seiring berjalannya waktu serangan asam urat akan timbul lebih sering dan lebih lama.

Kristal-kristal asam urat yang menumpuk di dalam tubuh ini dapat membentuk thopi (yaitu suatu benjolan keras tidak nyeri disekitar sendi) di luar persendian. Tophi sering ditemukan di sekitar jari tangan, di ujung siku dan sekitar ibu jari kaki, selain itu dapat ditemukan juga  pada daun telinga, tendon achiles (daerah belakang pergelangan kaki) dan pita suara (sangat jarang terjadi). Jika tophi tidak segera ditangani, bisa mengarah pada kerusakan sendi permanen. Jika sudah seperti ini sendi akan terasa kaku dan sakit ketika digerakkan.

Kadar asam urat yang berlebihan, bisa menimbulkan serangan pada persendian. Gejala khasnya adalah kejadiannya mendadak (serangan). Serangan bisa terjadi pada tengah malam. penderita mendadak terbangun karena rasa sakit yang amat sangat. Kalau serangan datang, penderita maka akan merasakan sangat kesakitan walau tubuhnya hanya terkena gesekan selimut atau bahkan hanya oleh hembusan angin.

Serangan asam urat biasanya hanya menyerang satu persendian saja yang disebut monoartikular, dengan gejala pembengkakan, kemerahan, nyeri hebat, panas dan gangguan gerakan dari sendi. Persendian yang paling sering pada serangan awal adalah sendi pangkal ibu jari kaki.

Seseorang yang kelebihan asam urat dalam tubuhnya, awalnya tidak merasakan sakit apa-apa, namun penyakit ini akan terus berjalan, bertahap, dimulai  dari nyeri yang ringan hingga yang berat.

 

TAHAP PERJALANAN PENYAKIT ASAM URAT

Ada empat tahap perjalanan penyakit asam urat.

Tahap Pertama
Penderita sudah memiliki kelebihan kadar asam urat tapi tidak ada keluhan yang muncul (Hiperurikemia Asimtomatik). Pada tahap awal ini, kadar asam urat di tubuh sudah tinggi, tetapi tidak menimbulkan keluhan apa-apa sehingga orang tersebut juga tidak  merasakan sakit.

Umumnya orang dalam tahap ini menemukan  dirinya sudah terserang asam urat secara tidak sengaja, yaitu saat melakukan tes asam urat darah. Karena tidak ada keluhan, maka pada tahap ini tidak diperlukan pengobatan secara khusus.

Pengobatan yang dilakukan adalah berupaya mengurangi kadar asam urat dalam tubuh, dengan mengeluarkannya. Caranya dengan minum air putih dalam jumlah yang banyak. Selain itu dengan membatasi konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi.

Tahap Kedua

Tahap dua dimulai dengan timbulnya serangan asam urat yang akut. Akut artinya mendadak dan tiba-tiba tanpa ada keluhan sebelumnya. Karena jumlah asam urat dalam tubuh terus bertambah, maka lama kelamaan terjadi penumpukan kristal natrium urat (asam urat) di persendian. Kristal ini kemudian merangsang tubuh untuk melepaskan berbagai zat mediator peradangan yang menimbulkan serangan nyeri akut.

Pada tahap ini terjadi peradangan pada sendi yang sangat nyeri. Pasien biasanya terbangun di malam hari karena rasa sakit yang tak tertahankan. Proses peradangan ini juga disertai pembengkakan pada sendi. Sehingga sendi yang terkena menjadi panas dan lembek bila disentuh, terlihat kemerahan atau memar, terasa gatal dan akan mengelupas setelah sakitnya mereda.

Rasa nyeri yang dirasakan bervariasi dari yang paling ringan berupa kedutan ringan sampai nyeri hebat sehingga sendi tidak bisa disentuh. Kadang-kadang diikuti keluhan sistemik (keluhan dari tubuh bagian dalam) seperti demam, menggigil, dan malaise. Rasa sakit akan menghilang sendiri dalam 3-10 hari.
Tahap tiga

Pada tahap ini, orang yang terserang asam urat sudah tidak lagi mengeluh sakit, sendi sudah tidak bengkak, dan tidak nyeri. Umumnya tahap ini berlangsung dari enam bulan sampai dua tahun bahkan ada yang  berlangsung 5 – 10 tahun. Pada saat ini asam urat diam tidak aktif,  tetapi karena kadar asam uratnya masih tinggi, maka akan terus berkembang jika asam urat ini tidak segera diturunkan kadarnya.

Walaupun saat ini dalam keadaan tidak aktif, namun sekali-kali bisa muncul serangan asam urat. Semakin tinggi  kadar asam urat dalam tubuhnya, semakin pendek jarak untuk serangan berikutnya, sehingga akan lebih sering kambuh sakitnya.

Tahap keempat

Tahap terakhir kelebihan asam urat adalah pembentukan benjolan atau deposit. Pada tahap ini, sejumlah besar asam urat yang menumpuk di persendian tubuh, telah mengeras dan membentuk kristal yang berupa benjolan yang sangat keras yang disebut deposit. Benjolan ini sering terdapat pada tulang-tulang rawan, tendon dan jaringan lunak tubuh, juga pada selaput antar tulang. Akibatnya, bisa terjadi kekakuan pada sendi, keterbatasan gerakan sendi, nyeri sendi terus-menerus, luka dengan nanah putih di daerah yang terkena, dan nyeri sendi pada berbagai bagian tubuh. Karena asam urat terus menumpuk maka makin lama bisa mengendap pada ginjal, sehingga seseorang dengan asam urat yang tinggi memiliki kecenderungan untuk mendapatkan penyakit batu ginjal.

Batu yang mengendap pada ginjal bisa mengganggu bahkan merusak fungsi ginjal.

DIAGNOSIS PENYAKIT ASAM URAT (GOUT)

Untuk memastikan bahwa seseorang menderita penyakit asam urat dan bukan gangguan persendian lainnya, dokter akan memeriksa keberadaan kristal-kristal natrium urat di dalam sendi-sendi Anda. Sebelum melakukan tes, pertama dokter akan memeriksa riwayat kesehatan serta gejala-gejala yang Anda alami, seperti:

  • Lokasi sendi yang terasa sakit
  • Seberapa cepat gejalanya muncul
  • Seberapa sering Anda mengalami gejala tersebut
  • Apakah Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu
  • Apakah di keluarga Anda ada yang menderita penyakit gout

Pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosa adalah pemeriksaan kadar asam urat di dalam darah. Umumnya dilakukan dengan dua cara, Enzimatik dan Teknik Biasa. Kadar asam urat normal menurut tes Enzimatik maksimum 7 mg/dl. Sedangkan pada Teknik Biasa, nilai normalnya maksimum 8 mg/dl.

Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 – 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 – 6 mg/dl.

Kadar asam urat diatas normal disebut hiperurisemia.

 

Penanganan penyakit asam urat secara medik

Penanganan penyakit asam urat memiliki dua sasaran utama, yaitu meringankan gejalanya dan mencegah serangan terulang kembali.

Dalam meringankan gejala, yakni mengatasi rasa nyeri yang muncul, Anda bisa menempelkan kantung es (kompres dingin) pada bagian sendi yang terasa sakit. Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit seperti obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Selain obat tersebut, obat lainnya seperti colchicine atau corticosteroids terkadang diperlukan.

Untuk mencegah kambuhnya serangan asam urat, Anda bisa melakukannya dengan memperbaiki pola hidup, seperti menurunkan berat badan bagi yang obesitas atau mengonsumsi obat-obatan penurun kadar asam urat, contohnya allopurinol. Selain itu yang perlu dilakukan untuk mencegah adalah membatasi asupan makanan yang mengandung kadar purin yang tinggi.

Kombinasi obat-obatan dari dokter serta perilaku hidup sehat terbukti ampuh dalam menurunkan kadar asam urat dan melarutkan kristal-kristal penyebab penyakit tersebut. Banyak diantara mereka yang tidak lagi mengalami serangan asam urat di masa mendatang setelah menerapkan penanganan ini.

 

MAKANAN TINGGI PURIN

jeroan pantangan asam urat

Jeroan Pantangan Asam Urat | pixabay.com

Jeroan: otak, paru-paru, hati, limpa, usus, ginjal dan babat.

Seafood (Makanan laut): udang, kepiting, cumi-cumi, gurita, kerang, sotong, remis, tiram, ikan teri, ikan sarden.

Riverfood (Makanan sungai): ikan lele, belut, udang, kepiting dan keong.

Ekstrak daging seperti abon dan dendeng.
Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, ikan sarden, daging sapi dan daging babi).

Daging kambing, daging anjing, daging babi, daging sapi, daging kerbau dan daging kuda.

Bebek, angsa dan kalkun.

Burung dan kelelawar.

Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe, tahu, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge dan emping/melinjo.

Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong/ubi, daun pepaya, kangkung dan cabe/lombok.

Krim, es krim dan kaldu atau kuah daging yang kental.

Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa.

Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega.

Makanan kaya protein, lemak dan darah.

 

TIPS  BAGI PENDERITA ASAM URAT

pisang-membantu-mengatasi-asam-urat

Pisang Kaya Akan Potasium

Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti tomat, kentang, yogurt dan pisang.

Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan stroberi.

Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat.

Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong/ubi dan roti.

Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali dan sirup.

Jangan minum aspirin.

Jangan bekerja terlalu keras/kelelahan.

Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup.

Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan.

Untuk menyembuhkan penyakit ini ada beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya :

Menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam urat, seperti jeroan (hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak), hindari makanan laut (udang, kerang, cumi, kepiting); makanan kaleng (kornet, ikan sarden dan ekstrak daging), kaldu atau kuah daging yang kental.

Menghindari makanan seperti emping/melinjo, kangkung dan bayam, daun singkong/ubi, daun jambu mete, asparagus, buncis dan kembang kol.

Hindari kacang-kacangan (kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, tempe, tauco, tauge, oncom) dan susu kedelai.

Menghindari makan buah durian, alpukat, nanas, air kelapa.

Makanan yang aman dimakan, beberapa di antaranya adalah: nasi, ikan yang bersirip dan bersisik, daging ayam, telur, keju, susu dan beberapa buah-buahan.

Hindari minuman dan makanan beralkohol.

Pada orang gemuk, asam urat biasanya naik sedangkan pengeluarannya sedikit, maka untuk keamanan, orang biasanya dianjurkan menurunkan berat badan.

Banyak minum air putih minimal 8 – 10 gelas per hari, karena dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.

 

Sebelum berlanjut ke tahap yang lebih berbahaya, penyakit asam urat dapat dicegah dengan memperbaiki pola makan. Penanganan asam urat selain dengan medis juga dapat dilakukan secara tradisional. Di alam kita dapat menemukan bahan-bahan makanan yang membantu dalam menurunkan kadar asam urat secara alami. Namun berpola makan dan gaya hidup sehat sangat bermanfaat dalam penanganan penyakit ini.

%d bloggers like this: